KabarBaik.co, Banyuwangi – Layanan penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Lembar, Lombok, diusulkan kembali beroperasi untuk mengurangi kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Usulan tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono usai rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan transportasi di Pelabuhan ASDP Ketapang, beberapa waktu lalu.
Bambang mengatakan perusahaan pelayaran maupun pengguna jasa transportasi menginginkan lintasan Ketapang-Lembar kembali dibuka karena dinilai lebih dibutuhkan dibandingkan rute Jangkar-Lembar.
“Perusahaan pelayaran maupun pengguna transportasi menginginkan rute Ketapang-Lembar diaktifkan kembali. Ini akan kami usulkan ke pemerintah untuk direalisasikan,” ujar Bambang.
Menurutnya, lintasan Ketapang-Lembar sebelumnya dihentikan untuk mengoptimalkan operasional rute Jangkar-Lembar. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, masyarakat lebih memilih layanan penyeberangan langsung dari Ketapang ke Lembar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengaku baru mengetahui bahwa operasional rute Ketapang-Lembar telah dihentikan dan digantikan oleh Jangkar-Lembar.
“Saya nggak tahu kalau rute tersebut dihentikan. Kami beranggapan Ketapang-Lembar masih aktif. Ternyata dihentikan, diganti Jangkar-Lembar,” katanya.
Nyono menegaskan pembukaan maupun penutupan trayek penyeberangan merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Ia menambahkan, apabila rute Ketapang-Lembar kembali dioperasikan, maka Rencana Pola Trayek (RPT) penyeberangan Tanjung Wangi–Gili Mas seharusnya dihentikan karena hanya bersifat uji permintaan (demand).
Menurutnya, rute Jangkar-Lembar pada dasarnya hanya berfungsi sebagai jalur pendukung untuk mengurangi kepadatan penyeberangan menuju Lembar.






