KabarBaik.co – Bedasarkan pengakukan salah salah warga, Hadi, gubuk tersebut sudah beberapa kali menjadi tempat mabuk-mabukan oleh sekolompok orang. Warga Kelurahan Jember lor Gebang, Kecamatan Patrang, Jember mengaku resah.
“Sebagai warga sebenarnya resah karena gubuk itu sering dijadikan tempat minum oleh sekelompok orang,” ujar Hadi, Selasa (30/10).
Hadi mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut mengganggu warga sekitar karena menimbulkan keramaian hingga larut malam bahkan dini hari.
“Jelas terganggu, mereka mabuk itu ramai-ramai suaranya berisik jadi saya sebagai warga juga tidak nyaman,” katanya.
“Bahkan dulu pernah cekcok juga dengan warga, ketika ditegur marah, ya namanya orang mabuk jadi emosinya tidak terkontrol, akhirnya ribut dengan warga dan itu beberapa kali terjadi,” ungkap Hadi.
Hadi juga menyampaikan, rombongan yang sering mabuk tersebut memang kebanyakan bukan warga sekitar, tetapi dari wilayah lain.
“Kebanyakan memang orang luar kampung sini, jadi mereka beli miras di luar nanti minumnya di warung gubuk itu,” ungkap Hadi.
Dengan adanya peristiwa ini, ia berharap tidak ada lagi kegiatan negatif yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Ya kalau boleh usul mending ditutup saja. Biar warga juga lebih tenang,” tutupnya.
Sebelumnya, peristiwa pesta miras oplosan mengguncang Kabupaten Jember. Empat orang dilaporkan tewas usai mengonsumsi minuman keras jenis arak di kawasan Kecamatan Patrang. (*)






