KabarBaik.co – Peringatan soal kedisiplinan kembali ditegaskan Bupati Blitar Rijanto, di sela pelantikan 110 pejabat pada gelombang mutasi ketiga tahun ini, Senin (8/12).
Ia menyoroti masih ditemukannya aparatur sipil negara (ASN) yang meninggalkan kantor pada jam kerja untuk nongkrong di warung kopi atau kafe. Menurutnya, perilaku tersebut tidak sejalan dengan tuntutan pelayanan publik saat ini.
“Sekarang zaman sudah berubah. Semua bisa mengawasi. Birokrat ini pelayan masyarakat, jadi tidak bisa santai-santai,” tegasnya.
Mutasi kali ini mencakup dua pejabat pimpinan tinggi pratama, 76 pejabat administrator, dan 32 pengawas. Sebagian posisi yang diisi sebelumnya dijalankan pelaksana tugas (Plt). Rijanto menegaskan penataan struktural akan berlanjut untuk menyelesaikan kekosongan jabatan.
“Ini gelombang tiga. Nanti ada gelombang berikutnya karena jabatan yang kosong harus segera diisi,” ujarnya. Ia meminta pejabat yang baru dilantik memahami tanggung jawab masing-masing dan bekerja cepat sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
Di hadapan pejabat yang dilantik, Rijanto juga menepis isu praktik jual beli jabatan dalam mutasi di lingkungan Pemkab Blitar. Ia menyebut proses rotasi dilakukan secara profesional tanpa imbalan.
“Tidak ada jual beli jabatan. Saya dulu ASN dari bawah, jadi saya paham betul,” katanya.
Menurutnya, mutasi bertujuan memperkuat organisasi dan mewujudkan visi pembangunan daerah bersama wakil bupati.
“Jangan sampai mencapai karier dengan cara yang tidak baik dan tidak etis. Semangat bekerja. Kita harus mewujudkan Blitar yang berdaya dan berjaya,” pungkasnya.(*)







