KabarBaik.co – Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pasuruan menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan ormas Islam. Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, dan dihadiri jajaran forkopimda dan tokoh agama.
Dalam sambutannya Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan, menyampaikan pentingnya menjaga harmoni antarumat Islam di tengah perkembangan zaman. Kolaborasi antara pemerintah dan LDII merupakan wujud nyata dalam menciptakan stabilitas sosial dan keamanan daerah.
“Sinergi antara pemda dan LDII sangat luar biasa. Sebagai sesama ormas Islam, kita harus terus menjaga kerukunan agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, apalagi saat ini banyak memanfaatkan media sosial untuk memecah persatuan masyarakat,” kata Mas Rusdi, Minggu (19/10).
Menurut Mas Rusdi, tantangan terbesar saat ini justru muncul dari ruang digital. Media sosial sering menjadi tempat penyebaran kesalahpahaman dan provokasi yang dapat merusak persatuan umat. “Sekarang banyak orang belajar agama hanya dari Google tanpa bimbingan guru. Akibatnya, muncul banyak salah tafsir yang berpotensi memecah belah umat,” jelas Mas Rusdi.
Mas Rusdi menekankan bahwa dakwah harus bertransformasi menyesuaikan perkembangan teknologi. Meski demikian, nilai-nilai kesejukan dan kebersamaan tetap harus dijaga dalam setiap penyampaian ajaran Islam. “Kita harus menyikapi tantangan media sosial dengan kepala dingin. Setiap perbedaan pandangan harus diselesaikan dengan musyawarah dan dialog, bukan dengan saling menuduh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Muhammad Amrozi Konawi, mengapresiasi dukungan Pemkab Pasuruan terhadap kegiatan Musda kali ini. Ia menyebut, kepemimpinan Bupati Rusdi menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun komunikasi lintas organisasi keagamaan.
“Sinergi ini sangat membanggakan karena menumbuhkan harmoni dan toleransi di masyarakat. LDII di Pasuruan juga sudah berintegrasi dengan MUI, NU, dan Muhammadiyah melalui hubungan yang saling menghormati,” terang Amrozi. Dia berpesan agar pengurus baru LDII Kabupaten Pasuruan tetap menjaga semangat kolaborasi. (*)






