KabarBaik.co – Puncak Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) ke-77 digelar di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/12) malam.
Bupati Jombang Warsubi turut hadir dalam acara tersebut dan menegaskan komitmen daerahnya untuk memasukkan prinsip-prinsip HAM ke dalam arah pembangunan Jombang lima tahun ke depan.
Peringatan Hari HAM tahun ini mengusung tema ‘Penguatan Fondasi Pembangunan HAM Dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045’.
Acara juga dihadiri Menteri HAM RI Natalius Pigai yang menekankan pentingnya menempatkan HAM sebagai dasar setiap kebijakan negara.
“HAM adalah aset, intangible asset termahal di planet ini yang kita miliki hari ini,” ujar Natalius.
Bupati Warsubi menyampaikan bahwa momentum Hari HAM menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih humanis, inklusif, dan berkeadilan.
“Peringatan Hari HAM bukan hanya seremoni, tetapi pengingat bahwa setiap kebijakan harus berpihak pada manusia, pada martabat dan hak-haknya. Ini komitmen yang terus kami jaga di Jombang,” kata Warsubi, Kamis (11/12).
Warsubi juga mengaitkan peringatan Hari HAM dengan proses penyusunan RPJMD 2025–2029 yang saat ini telah dirumuskan melalui Musrenbang.
Menurut Warsubi, dokumen tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar pemenuhan hak dasar masyarakat.
Visi pembangunan Jombang, ‘Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua’, akan diwujudkan melalui delapan program prioritas (Asta Cita), mulai dari peningkatan kualitas SDM, penanggulangan pengangguran lewat program Jombang Makaryo, pengurangan kemiskinan melalui Jombang Mentas, penguatan harmoni sosial, hingga pembenahan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Warsubi menegaskan bahwa integrasi prinsip HAM ke dalam RPJMD merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh kebijakan berpihak kepada rakyat.
“Janji kami untuk memuliakan martabat dan hak rakyat direalisasikan melalui program-program yang telah ditetapkan. Integrasi prinsip HAM dalam pembangunan daerah bukan pilihan, tetapi keharusan,” tegasnya. (*)







