KabarBaik.co – Nasib Bupati Pati Sudewo kini berada di ujung tanduk. Setelah berhasil selamat dari upaya pemakzulan (impeachment) oleh DPRD Pati usai aksi massal rakyat pada 2025 lalu, langkah politikus senior ini justru terhenti oleh tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah operasi senyap.
Senin (19/1/2026), KPK mengonfirmasi telah mengamankan Sudewo dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) ketiga yang digelar lembaga antirasuah tersebut sepanjang awal tahun ini saja. Meski ditangkap terkait peristiwa di Pati, Sudewo saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di markas “tetangga”, yakni Polres Kudus, Jawa Tengah.
Penangkapan tersebut menjadi ironi besar mengingat Sudewo baru saja lolos dari badai politik hebat pada 2025. Kala itu, Pati membara akibat kebijakan Sudewo yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kebijakan tersebut memicu gelombang protes kolosal dan ancaman pemakzulan melalui hak angket DPRD Pati.
Namun, dalam rapat paripurna November 2025, mayoritas anggota dewan memilih memberikan rekomendasi perbaikan kinerja ketimbang pemberhentian. Keberuntungan itu tampaknya habis di awal 2026; kini bukan lagi rakyat atau DPRD yang datang menuntut, melainkan rompi oranye KPK yang membayangi.
Dari PNS di Jatim hingga Puncak Kekuasaan
Lahir di Pati pada 11 Oktober 1968, Sudewo merupakan sosok yang meniti karier dari bawah. Riwayat pendidikannya berakar di tanah kelahirannya, mulai dari SDN 1 Slungkep, SMPN 1 Kayen, hingga SMAN 1 Pati. Ia kemudian meraih gelar Insinyur Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 1993, dan gelar S-2 Teknik Pembangunan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Perjalanan karier Sudewo sangat berwarna. Awal karier, memulai di sektor swasta (PT Jaya Construction) sebelum menjadi tenaga honorer di Departemen PU Kanwil Bali (1994-1995). Lalu, menjadi CPNS di Kanwil PU Jawa Timur (1996-1999). Selanjutnya, bertugas di Dinas PU Kabupaten Karanganyar (1999-2006).
Sempat gagal dalam Pilkada Karanganyar 2002, ia kemudian bangkit menjadi Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra dan menjabat Anggota DPR RI selama dua periode (2009–2013 dan 2019–2024). Kemudian, terpilih sebagai Bupati Pati periode 2025–2030 berpasangan dengan Risma Ardhi Chandra. Ia juga disebut-sebut sebagai kader yang memiliki kedekatan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Di balik sosoknya yang kontroversial, Sudewo tercatat sebagai pejabat dengan kekayaan fantastis. Berdasarkan LHKPN per 11 April 2025, total hartanya mencapai Rp 31,52 miliar.
Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 17,03 miliar yang tersebar di Solo, Jogja, Bogor, Depok, Pacitan, hingga Tuban. Namun, yang paling mencolok adalah koleksi kendaraannya senilai Rp 6,33 miliar yang terdiri dari BMW X5 2023 (Rp 1,9 miliar), Toyota Alphard 2024 (Rp 1,7 miliar), Toyota Land Cruiser 2019 (Rp 1,9 miliar), serta Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Harrier, dan Toyota Innova.
Dengan catatan harta yang melimpah dan laporan “nol utang”, penangkapan Sudewo dalam operasi senyap KPK ini mengejutkan banyak pihak. KPK kini memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan apakah sang “Penyintas Pemakzulan” ini akan resmi mengenakan rompi tahanan atau kembali lolos dari lubang jarum hukum. (*)







