KabarBaik.co, Sidoarjo – Aksi swadaya warga menambal jalan rusak di wilayah Sidoarjo mendapat perhatian pemerintah daerah. Kerusakan jalan yang berlubang selama ini dikeluhkan karena mengganggu aktivitas dan membahayakan pengendara, terutama roda dua.
Aksi tersebut dilakukan warga Desa Kebonagung, Sukodono dan juga warga Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo. Tanpa menunggu perbaikan, warga bergotong royong mengaspal jalan secara mandiri. Kegiatan ini viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal itu, Bupati Sidoarjo Subandi mengapresiasi kepedulian masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih atas inisiatif warga yang ikut menjaga fasilitas umum demi kepentingan bersama.
“Kalau ada masyarakat kita swadaya, saya sebagai pemerintah daerah terima kasih. Yang penting niat kita adalah niat yang tulus dan baik,” ujarnya saat memberikan tanggapannya, Kamis (19/2).
Subandi menegaskan ke depan pengerjaan infrastruktur harus dilakukan secara transparan dan menggunakan bahan berkualitas. Ia ingin setiap proyek jalan benar-benar awet dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Hari ini harus diubah, kita harus transparan, menggunakan bahan yang berkualitas, sehingga masyarakat bisa menikmati hasilnya,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan saat ini pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran akibat penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp 450 miliar. Kondisi ini berdampak pada kemampuan percepatan perbaikan infrastruktur.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Sidoarjo mendorong optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Dukungan CSR diharapkan dapat membantu perbaikan jalan, terutama di kawasan industri dan jalur padat aktivitas.
Meski demikian, pemerintah memastikan perbaikan jalan rusak tetap menjadi prioritas, termasuk di kawasan Krian dan sekitarnya. Perbaikan akan dikawal oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) agar masyarakat kembali aman dan nyaman saat berkendara. (*)








