KabarBaik.co- Ambisi Garudayaksa FC untuk menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia tampaknya tidak setengah hati. Terbaru, tim ini secara resmi mengamankan tanda tangan penyerang t angguh eks Persebaya Surabaya, Rizky Dwi Pangestu.
Kepindahan striker bertinggi badan 185 cm ini menjadi kejutan besar di bursa transfer Januari 2026, sekaligus menegaskan daya tarik klub yang didirikan Prabowo Subianto itu bagi para pemain kasta utama. Rizky yang sebelumnya sempat mencuri perhatian lewat gol krusialnya ke gawang Persib Bandung saat berseragam Bajul Ijo, kini resmi menanggalkan kostum hijau tentu demi misi besar. Ikut membawa panji Garudayaksa terbang ke Liga 1. Langkah tersebut rasanya bukan sekadar perpindahan pemain biasa, melainkan pernyataan perang urat syaraf bagi para pesaing di Liga 2 bahwa sang pemuncak klasemen sedang membangun emperium yang tidak mudah btertandingi.
Langkah berani Rizky Dwi untuk turun kasta ke Liga 2 bisa jadi didasari proyek jangka panjang yang menjanjikan di bawah kepemimpinan CEO M. Reza Anugrah. Garudayaksa FC sendiri merupakan klub hasil transformasi dari akademi sepak bola di Bekasi yang kemudian mengakuisisi lisensi PSKC Cimahi pada Juni 2025 lalu. Di bawah naungan manajemen profesional dan dukungan fasilitas berkelas hasil kolaborasi internasional dengan Aspire Academy, klub ini telah menjelma menjadi kekuatan baru yang menjanjikan hanya dalam waktu singkat. Kehadiran Rizky di lini depan berpeluang akan memberikan dimensi baru bagi serangan tim, melengkapi ketajaman bomber asing Everton Nascimento serta suplai bola matang dari gelandang kreatif eks Bundesliga, Seung-woo Ryu.
Momentum kedatangan Rizky Dwi juga terasa tepat mengingat Garudayaksa FC saat ini tengah berada dalam tren positif di puncak klasemen sementara Wilayah Barat. Hingga pekan ke-15 kompetisi Liga 2 musim 2025/2026, tim asuhan Khamid Mulyono ini kokoh di peringkat pertama dengan koleksi 29 poin. Namun, posisi ini belum sepenuhnya aman karena rival-rival kuat di Grup 1 terus membayangi. Sumsel United dan Adhyaksa FC Banten saat ini menjadi penantang terdekat yang siap memanfaatkan kelengahan sedikit pun. Persaingan di Wilayah Barat kian memanas karena tim-tim legendaris seperti Persiraja Banda Aceh tetap menunjukkan taji mereka, sementara kejutan justru datang dari raksasa yang sedang tertidur, Sriwijaya FC, yang harus berjuang di zona degradasi. Manajemen menyadari bahwa kedalaman skuad menjadi kunci utama untuk menghindari kejutan pahit di detik-detik akhir musim, terutama dalam menjaga konsistensi poin yang saat ini rata-rata mencapai 1,9 per pertandingan.
Melihat komposisi skuad dan performanya, probabilitas Garudayaksa FC untuk promosi ke Liga 1 berada di angka yang tinggi, yakni sekitar 80-85 persen. Angka ini didasarkan pada kombinasi kekuatan finansial, teknis, dan momentum kompetisi. Secara teknis, Garudayaksa FC memiliki keunggulan yang jarang dimiliki klub Liga 2 lainnya, yaitu kedalaman skuad setara Liga 1.
Kehadiran pemain asing seperti Seung-woo Ryu memberikan kreativitas di lini tengah yang sulit diredam bek-bek lokal, sementara bergabungnya Rizky Dwi Pangestu menambal kelemahan tim dalam penyelesaian akhir yang sempat terlihat di beberapa laga terakhir. Dengan rata-rata poin yang stabil, mereka hanya membutuhkan sedikit konsistensi di babak 8 besar untuk mengunci tiket promosi. Persaingan di fase berikutnya diprediksi akan jauh lebih berat karena mereka harus berhadapan dengan jawara dari Wilayah Tengah dan Timur seperti Persipura Jayapura, PSIS Semarang atau Persela Lamongan yang juga memiliki ambisi serupa untuk kembali ke kasta tertinggi.
Faktor non-teknis juga sangat menentukan, di mana sebagai klub yang di belakangnya ada nama Prabowo Subianto, manajemen Garudayaksa FC sangat sehat secara finansial dan organisasional. Hal ini menjamin mentalitas pemain tetap terjaga karena tampaknya tidak ada isu keterlambatan gaji atau bonus, masalah yang sering menghinggapi klub Liga 2 lainnya di tengah musim.
Fasilitas latihan di Bekasi yang terintegrasi memastikan kondisi fisik pemain tetap prima di tengah jadwal padat yang mengharuskan mereka melintasi wilayah nusantara. Namun, tantangan terbesar mereka di fase gugur nanti adalah mentalitas tim baru, mengingat sejarah mencatat bahwa klub-klub kaya di Liga 2 sering kali terpeleset di babak 8 besar karena tekanan tinggi dan strategi parkir bus dari tim-tim kuda hitam. Ketajaman Rizky Dwi akan diuji saat menghadapi pertahanan gerendel yang biasanya diterapkan oleh tim-tim dari Wilayah Timur yang dikenal memiliki fisik sangat kuat.
Kini, dengan bergabungnya Rizky Dwi ke dalam barisan pemain bintang seperti Andik Vermansyah dan Asep Berlian, publik Bogor menaruh harapan tinggi pada laga-laga kandang yang akan digelar di Stadion Pakansari. Strategi transfer ini juga merupakan langkah antisipasi terhadap persaingan wilayah lain yang dihuni klub-klub dengan basis suporter fanatik.
Debut sang striker baru tentu dinantikan oleh para pendukung setia untuk memastikan posisi puncak tidak tergeser oleh Sumsel United yang hanya terpaut dua poin. Jika konsistensi ini terjaga dan integrasi Rizky Dwi berjalan mulus, Garudayaksa FC bukan hanya sekadar klub idaman sang Presiden, melainkan calon penguasa baru yang siap menggebrak kasta tertinggi sepak bola nasional musim depan melalui jalur promosi otomatis. (*)








