KabarBaik.co – Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menunjukkan wajah berbeda dari biasanya. Mereka tidak turun ke jalan dengan tuntutan, melainkan melakukan aksi bersih-bersih di Gedung Negara Grahadi.
Kegiatan ini diikuti anggota KSPSI dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, hingga daerah sekitarnya. Gerakan tersebut menjadi simbol kepedulian buruh terhadap kondusifitas kota dan kelestarian bangunan bersejarah.
Wakil Ketua KSPSI Jatim Dendy Prayitno menyebut aksi ini merupakan instruksi langsung dari Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea. Ia menegaskan bahwa buruh tidak hanya berkutat dengan urusan hak, tetapi juga punya tanggung jawab sosial menjaga lingkungan.
“Karena itu, kami SPSI tidak hanya menuntut hak saja, melainkan juga ingin memelihara situasi kondisi yang kondusif,” kata Dendy.
Selain kebersihan, KSPSI menekankan pentingnya merawat infrastruktur dan bangunan bersejarah seperti Gedung Negara Grahadi. Menurut Dendy, gedung yang menjadi cagar budaya harus dijaga agar tetap nyaman dan terawat.
Ia pun menyayangkan aksi pengerusakan yang sebelumnya terjadi di Grahadi. “Peristiwa kemarin itu tidak sejalan dengan perjuangan KSPSI. Justru kami ingin memberi teladan bahwa menjaga lebih mulia daripada merusak,” tegasnya.
Dengan langkah kecil ini, KSPSI berharap bisa menginspirasi organisasi lain untuk turut serta menjaga Surabaya tetap aman, nyaman, dan bersih. (*)








