Cara Merawat Pakaian Batik Agar Awet

oleh -410 Dilihat

Jakarta, kabarbaik – Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat berharga. Kain batik yang indah dan unik seringkali digunakan untuk berbagai acara, baik formal maupun informal. Namun, agar pakaian batik tetap awet dan warnanya tidak mudah pudar, diperlukan perawatan yang tepat.

Berikut adalah beberapa tips merawat pakaian batik agar awet:

  • Cuci batik dengan air hangat dan bahan khusus. Jangan menggunakan deterjen biasa, karena dapat merusak warna dan serat kain batik. Anda dapat menggunakan detergen khusus batik, lerak, atau daun dilem untuk mencuci batik.
  • Jangan mencuci batik dengan mesin cuci. Cuci batik dengan tangan secara perlahan dan lembut. Hindari menggosok batik terlalu keras, karena dapat merusak kain dan motifnya.
  • Bilas batik dengan baik. Setelah dicuci, bilas batik dengan air bersih sampai tidak ada sisa sabun lagi.
  • Jangan menjemur batik di bawah sinar matahari langsung. Sinar matahari yang terik dapat merusak warna dan serat kain batik. Jemur batik di tempat yang teduh dan berangin-angin.
  • Jangan menyetrika batik secara langsung. Berikan alas kain tipis pada permukaan batik saat disetrika. Hal ini untuk menghindari kontak langsung dari panas besi setrika ke batik sehingga dapat menjaga bentuk dan motif kain batik.
  • Simpan batik di tempat yang kering dan tidak lembap. Batik yang lembap rentan ditumbuhi jamur dan ngengat. Anda dapat menyimpan batik di lemari dengan menambahkan kamper atau merica bulat yang dibungkus kain tipis, sebagai penangkal ngengat.

Dengan mengikuti tips di atas, pakaian batik Anda akan tetap awet dan warnanya tidak mudah pudar. Semoga bermanfaat! ( wan/bs)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.