Cari Bibit Pemain Hadapi Menpora Cup U-14, Askot PSSI Kediri Gandeng Mytisi Lakukan Pembinaan

oleh -313 Dilihat
4ae90e77 e953 4127 833a 407b8f300f89
Para pemain ikuti pembinaan bertempat di lapangan Brigif 16/Wira Yudha. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Selama 3 hari, ratusan anak yang berasal dari Kediri dan sekitarnya mengikuti pembinaan yang dilakukan oleh Askot PSSI Kediri bersama Mytisi. Pembinaan ini dalam rangka persiapan Menpora Cup U-14 yang akan diselenggarakan tanggal 27-29 September di Sawangan, Jakarta.

Sehat, ketua panitia mengatakan tujuan dilakukannya pembinaan mulai dari tanggal 26-28 Juli 2024 ialah untuk mencetak para pemain yang nantinya bisa mewakili ke jenjang nasional. Sebanyak 16 tim turut berpartisipasi dalam kegiatan ini seperti dari Mojokerto, Malang, Jombang hingga Bali.

Menurut Sehat, potensi sepak bola di kota kediri sudah berkembang secara baik. Adapun teknis sistem kompetisi dilakukan penyisihan yang berasal dari 16 tim yang terbagi dalam 4 grup. Untuk selanjutnya diambil 2 peringkat teratas dengan sistem gugur untuk maju ke babak 8 besar, semifinal dan final.

Baca juga:  DPRD Kota Kediri Sahkan 2 Raperda

Dari 16 tim yang ikut pembinaan ini, Sehat mengaku bahwa sebelumnya ia berusaha mentargetkan sebanyak 24 tim yang turut berpartisipasi.

Di tempat yang sama I Gusti Agung Putu Nuwaba, Founder Mytisi Bali sekaligus sebagai salah satu anggota dari Asosiasi Pembinaan Usia Muda Indonesia (Apsumsi) akan mencari 10 dari tim juara dan 10 dari talent scouting.

“Yang mana mereka bukan dari tim juara, namun punya kesempatan tampil di level lebih tinggi,” ucapnya Jumat (26/7). Pemilihan dilakukan berlandaskan data dari semua pemain yang bermain.

Baca juga:  Narapidana Lapas Kediri Antusias Sambut Hari Santri Nasional 2024

“Saat ini mereka punya data statistik dimana fokus kami ada 4 basic skill yang dicatat. Sentuhan bola, kesalahan passing, kesalahan kontrol dan shoot on target. Sedangkan kiper ada 3 basic skill yakni distribusi bola sukses, saving dan kebobolan. Kami akan mencatat indikator jadi akselerasi, passing menuju kotak penalti, long pass, assist, clearance dan takling,” tambahnya.

Baca juga:  Kick Off Harlah 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso Kediri Dibanjiri Ribuan Santri dan Alumni

Ia berharap sepakbola usia muda haruslah mulai merubah mindset untuk tidak sekedar mencari juara namun bagaimana bisa mengantarkan pemain berbakat ke level nasional.

“Sistem kompetisi harus berani berubah jadi bukan juara yang tampil, tapi putra terbaik yang harus tampil. Mudah-mudahan PSSI dan Pemerintah bisa memposisikan anak bertalenta bagus tidak di tim juara, tapi punya kesempatan lebih tinggi,” harapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.