Cerita Penumpang KA Harina Tempuh 10 Jam dari Surabaya-Cirebon gegara Pekalongan Banjir

oleh -305 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 19 at 11.07.17 AM
Muhammad Wahyu Pramujiwo, penumpang KA Harina yang tempuh 10 jam dari Surabaya-Cirebon (istimewa)

KabarBaik.co – Banjir yang merendam jalur rel kereta api di Pekalongan berdampak pada perjalanan Kereta Api Harina, kereta antarkota kelas campuran (Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi Premium) milik PT KAI yang melayani rute Bandung–Surabaya Pasarturi melalui jalur utara Pulau Jawa.

Salah satu penumpang, Muhammad Wahyu Pramujiwo, mengungkapkan bahwa perjalanan yang ia tempuh bersama tiga rekannya mengalami keterlambatan cukup panjang akibat gangguan tersebut. KA Harina yang seharusnya berangkat dari Stasiun Pasarturi Surabaya pada pukul 17.45 WIB mengalami penundaan hingga beberapa jam.

“Awalnya diinformasikan berangkat jam 23.00 WIB, tapi kemudian dimajukan menjadi jam 21.55 WIB,” ujar Wahyu Pramujiwo saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Senin (19/1).

Setibanya di Stasiun Semarang Tawang, perjalanan tidak dapat dilanjutkan ke arah Pekalongan karena jalur rel terendam banjir. Akibatnya, rangkaian kereta harus berputar arah dan dialihkan melalui jalur selatan.

“Dari Semarang Tawang kami lanjut ke Solo, Yogyakarta, lalu terus melalui jalur selatan hingga Purwokerto, sebelum akhirnya kembali naik ke arah Cirebon,” jelasnya.

Akibat pengalihan jalur tersebut, Wahyu baru tiba di Stasiun Cirebon sekitar pukul 08.10 WIB. Padahal, dalam kondisi normal, perjalanan menuju Cirebon hanya memakan waktu sekitar enam jam.

“Kurang lebih saya 10 jam di kereta. Harusnya sekitar pukul 00.12 WIB sudah sampai Cirebon, tapi ini baru tiba pagi hari,” katanya.

Meski mengalami keterlambatan cukup lama, Wahyu mengaku tetap bersyukur karena masih bisa sampai di tujuan dan menghadiri agenda pentingnya. Ia juga beruntung telah memesan hotel sebelumnya sehingga masih memiliki waktu untuk beristirahat.

“Saya masih bisa mandi, sarapan, dan lanjut meeting jam dua siang setelah makan siang,” ungkapnya.

Wahyu turut mengapresiasi respons PT KAI yang dinilainya cukup sigap dalam menangani dampak banjir tersebut. Menurutnya, pihak KAI memberikan kompensasi kepada para penumpang selama perjalanan berlangsung.

“Di Stasiun Pasar Turi kami diberi dua botol air mineral dan snack. Pagi hari sekitar jam enam di kereta juga mendapat sarapan dan air mineral. Menjelang turun di Cirebon kami kembali diberi snack dan air mineral,” tuturnya.

“Intinya saya tetap bersyukur. Walaupun kereta terlambat, saya masih bisa sampai tujuan dan mengikuti meeting. Apalagi saya melihat banyak perjalanan kereta lain yang akhirnya dibatalkan,” pungkas Wahyu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.