KabarBaik.co, Blitar – Dinas Kesehatan Kota Blitar menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berbeda dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau medical check up (MCU). Kesalahpahaman masyarakat terhadap kedua layanan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab masih rendahnya partisipasi warga dalam program CKG.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar Silvia Dewi Kusumawati, mengatakan dalam pelaksanaannya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut masih belum optimal.
“Yang paling menonjol dalam pelaksanaan CKG ini memang antusiasme masyarakat yang masih belum optimal,” ujarnya, Selasa (10/3).
Menurut Silvia, salah satu penyebabnya adalah persepsi masyarakat yang menganggap CKG sama dengan MCU. Padahal, kedua jenis pemeriksaan kesehatan tersebut memiliki tujuan dan mekanisme yang berbeda.
“Dalam persepsi masyarakat, CKG dianggap sama dengan MCU, padahal tidak sama,” katanya.
Ia menjelaskan, MCU merupakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang biasanya dilakukan di rumah sakit atau klinik dengan berbagai jenis pemeriksaan yang lebih lengkap. Sementara itu, CKG merupakan program pemerintah yang bertujuan melakukan deteksi dini terhadap beberapa penyakit tertentu pada masyarakat.
Karena itu, Dinas Kesehatan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami manfaat program tersebut.
“Untuk kegiatan ini kami memang tidak boleh bosan menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya CKG,” jelasnya.
Pada tahun ini, pelaksanaan program CKG di Kota Blitar ditargetkan dapat menjangkau sekitar 46 persen masyarakat, khususnya kelompok usia produktif dan lanjut usia.
“Untuk tahun ini targermya 46 persen ya,” tambahnya
Menurut Silvia, capaian program ini juga terus dipantau oleh pemerintah pusat melalui evaluasi rutin.
“Evaluasinya dari Kemenkes dilakukan setiap bulan bahkan setiap minggu, sehingga capaian daerah terus dipantau,” pungkasnya.(*)






