KabarBaik.co – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan sangat berdampak kepada petani ikan keramba yang berada di Danau Ranu, Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Rabu (14/1). Ikan-ikan milik petani keramba mati akibat cuaca dingin yang biasa disebut warga dengan istilah Sapon.
Salah seorang pemilik keramba, Khoirul Anam menuturkan bahwa dia mendapatkan kabar tentang ikan di keramba mati semua, padahal waktu panen tinggal beberapa bulan. “Kemarin mendapatkan kabar ikan di keramba pada mati, harus gimana meskipun panen sudah dekat,” kata Anam.
Hal senada juga disampaikan oleh Rusdi. Menurutnya, ikan nila dan tombro yang siap panen mati akibat cuaca ekstrem, padahal setiap 100 kilogram mendapatkan Rp 3 juta. “Ikan nila dan tombro yang ada di keramba mati semua. Nilai jual saat ini lagi tinggi, tapi harus bagaimana tetap kita terima,” ucapnya.
Kejadian alam ini meskipun setiap tahun terjadi namun sulit diprediksi datangnya, sehingga petani keramba tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Sapon merupakan fenomena alam yang terjadi akibat cuaca ekstrem yang dingin, sehingga suhu air turun dan menyebabkan ikan mati. (*)







