KabarBaik.co, Jombang — Kasus pneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut di Jombang mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. RSUD Jombang mencatat sedikitnya ada 1.279 kasus pneumonia dengan angka kematian mencapai 138 orang.
Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran mengatakan meningkatnya kasus pneumonia tidak lepas dari pengaruh cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, fenomena hidrometeorologi dengan intensitas hujan sangat deras membuat daya tahan tubuh masyarakat menurun sehingga lebih rentan terserang penyakit.
“Memang berkaitan dengan kondisi cuaca hidrometeorologi yang tidak menentu. Ketika hujan turun sangat deras, kondisi tubuh masyarakat ikut menurun. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan, terutama pneumonia,” kata Pudji, Kamis (12/3).
Kasus 2026 Masih Tinggi
Memasuki tahun 2026, tren kasus pneumonia di RSUD Jombang masih tergolong tinggi. Hingga pertengahan Maret 2026, rumah sakit tersebut telah merawat 176 pasien pneumonia, dengan 38 di antaranya meninggal dunia.
Pudji menegaskan kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
“Ini kondisi yang harus kita berikan atensi cukup serius,” ujarnya.
Saat ini, RSUD Jombang masih merawat 18 pasien pneumonia. Dari jumlah tersebut, tiga pasien harus menjalani perawatan intensif di ICU central.
Balita Paling Rentan
Pudji menjelaskan kelompok usia balita menjadi yang paling rentan mengalami kondisi berat akibat pneumonia.
Hal ini berkaitan dengan anatomi saluran pernapasan balita yang lebih pendek dan sempit dibandingkan orang dewasa.
“Rata-rata kegawatan terjadi pada balita karena saluran napas mereka pendek dan sempit. Ketika terjadi pembengkakan, kondisinya bisa sangat serius,” jelasnya.
Berbeda dengan orang dewasa yang memiliki saluran napas lebih panjang dan besar sehingga pembengkakan tidak terlalu berdampak berat.
RSUD Siapkan Fasilitas Khusus Anak
Untuk mengantisipasi tingginya kasus pneumonia pada anak, RSUD Jombang menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, terutama di ruang ICU anak.
Rumah sakit tersebut menyiagakan enam ventilator khusus anak untuk membantu penanganan pasien balita dengan kondisi berat.
“Kami siapkan fasilitas di ICU anak untuk bayi dan balita yang terdampak pneumonia. Alat-alat sudah tersedia, termasuk enam ventilator khusus anak,” kata Pudji.
Kenali Gejala Pneumonia
Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti virus, bakteri, maupun jamur. Dalam beberapa kasus, infeksi bisa terjadi akibat kombinasi virus dan bakteri yang memperparah kondisi pasien.
Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala pneumonia, seperti batuk berdahak, demam tinggi, sesak napas, hingga nyeri dada.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker di tempat umum, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan. (*)






