KabarBaik.co, Lombok Tengah – Pesta budaya Bau Nyale 2026 di Pantai Seger, Kawasan Mandalika, Lombok Tengah, berlangsung di tengah cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda kawasan pantai sejak Sabtu (7/2) malam hingga menjelang tengah malam, menyebabkan sejumlah tenda milik masyarakat roboh.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tiupan angin kencang yang berhembus terus menerus sepanjang malam membuat beberapa tenda yang digunakan warga untuk berteduh dan beristirahat tidak mampu bertahan. Sejumlah warga terlihat bergegas menyelamatkan barang-barang mereka sambil mencari lokasi yang lebih aman. Bahkan sebagian warga memilih pulang.
Meski cuaca memburuk, ribuan masyarakat tetap bertahan di sekitar pantai. Setelah hujan, angin, dan petir mereda melewati pergantian hari Minggu (8/2) warga tetap semangat dan turun ke pesisir untuk mencari nyale lengkap dengan membawa senter, jaring, ember, dan alat tangkap tradisional,
Masyarakat yang turun tetap bersemangat mencari cacing yang diyakini sebagian masyarakat merupakan jelmaan “Putri Mandalika’ itu menjelang terbit matahari.
Namun, pelaksanaan Bau Nyale tahun ini juga diwarnai rasa kecewa sebagian pengunjung.
Sosok legenda Putri Mandalika, yang biasanya ditampilkan dalam setiap pelaksanaan even “Bau Nyale” rangkaian acara budaya, hari ini justru tidak muncul di tengah masyarakat.
Andi, salah seorang warga asal Lombok Barat, mengaku kecewa karena telah datang jauh-jauh untuk menyaksikan kemunculan Putri Mandalika.
“Kami datang dari Lombok Barat, selain mau nangkap nyale juga ingin melihat pertunjukan Putri Mandalika. Tapi sampai terbit matahari tidak muncul. Jujur agak kecewa,” ujar Andi di lokasi acara, Minggu (8/2)
Meski demikian, pesta budaya Bau Nyale tetap berlangsung hingga selesai dan menarik perhatian ribuan masyarakat maupun wisatawan nusantara dan mancanegara.
Pesta budaya Bau Nyale merupakan tradisi tahunan masyarakat Sasak yang berakar dari legenda Putri Mandalika. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya, meski pada pelaksanaannya tahun ini diwarnai cuaca buruk.(*)






