Cuaca Tak Menentu, Enam Hektare Lahan Cabai di Kota Blitar Terserang Hama

oleh -66 Dilihat
Ilustrasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Blitar – Sebanyak enam hektare lahan cabai di Kota Blitar dilaporkan terserang hama jamur dan bakteri. Serangan ini dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga berdampak pada penurunan hasil panen petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar Dewi Masitoh, mengatakan dari total sekitar sembilan hektare lahan cabai yang ada di wilayah Kota Blitar, sebagian besar saat ini terdampak serangan hama.

“Dari sekitar sembilan hektare lahan cabai yang ada, enam hektare di antaranya sudah terserang hama jamur dan bakteri,” ujarnya, Senin (16/2).

Menurut Dewi, cuaca yang kerap berubah dan seringnya hujan menjadi faktor utama munculnya serangan tersebut. Tanaman cabai, kata dia, tidak cocok dengan kondisi tanah yang terlalu lembap atau tergenang air.

“Curah hujan yang tinggi membuat kelembapan meningkat. Tanaman cabai ini tidak suka air berlebih, sehingga mudah terserang jamur dan bakteri,” jelasnya.

Ia menambahkan, serangan hama tersebut menimbulkan berbagai gejala pada tanaman cabai. Mulai dari daun yang menguning, tanaman layu, hingga buah yang membusuk sebelum masa panen.

Dampak dari kondisi itu membuat produksi cabai petani tidak maksimal. Penurunan hasil panen pun berpotensi memengaruhi pendapatan petani serta ketersediaan cabai di pasaran.

“Kalau produksi terus menurun, tentu bisa berdampak pada pasokan dan harga cabai,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, DKPP mengimbau petani agar melakukan perawatan tanaman secara lebih intensif serta menggunakan fungisida sesuai anjuran guna menekan perkembangan jamur dan bakteri.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.