Dari Lapangan ke Bench, Aura Teh Kiwil Wilda Siti Nurfadhilah Masih Menyala di Proliga 2026

oleh -103 Dilihat

KabarBaik.co, Jakarta,- Di lapangan, Jakarta Livin Mandiri (JLM) menjadi salah satu tim menarik di Proliga 2026. Mereka punya roster super, campuran veteran cantik seperti Yolla Yuliana (middle blocker dan kapten tim), talenta muda viral seperti Syelomitha Wongkar (outside hitter 17 tahun), legion asing berkelas seperti Ana Bjelica (masuk top skor), serta strategi yang bikin ’’keramat’’.

Jumat (13/2), JLM tiba-tiba bisa mengalahkan Jakarta Pertamina Enduro (JPE), tim yang diperkuat Megawati ‘’Megatron’’ Hangestri. JPE yang menjadi pemuncak klasemen, dipecundangi dengan skor meyakinkan 3-1 (25-12, 25-20, 15-25, 25-20) di GOR Utama Bojonegoro.

Kemenangan tersebut bukan cuma “pecah telur” buat JLM. Namun juga membuka peluang besar lolos ke Final Four. Naik ke posisi empat klasemen sementara dengan koleksi poin yang kompetitif setelah putaran kedua.

Tapi, di balik itu–dari spike tajam, blok rapat, sampai selebrasi viral di bench—juga ada sosok yang tak terlihat di statistik poin atau top skor. Namun, auranya terasa di setiap momen tim. Siapakah dia? Wilda Siti Nurfadhilah atau yang akrab dipanggil Teh Wilda alias Teh Kiwil.

Wilda resmi pensiun sebagai pemain setelah Proliga 2025. Saat itu, dia masih jadi kapten dan pilar utama JLM. Belum satu musim gantung sepatu, Januari 2026 manajemen klub kembali memanggilnya. Kali ini ke bench sebagai asisten pelatih atau pelatih pendamping. Dia bergabung dengan pelatih kepala Danai Sriwatcharamethakul asal Thailand dan asisten lain Octavian.

Di momen konferensi pers awal Januari lalu, Wilda mengaku bergembira bisa ikut membersamai JLM. “Alhamdulillah dipercaya. Saat ini lebih sebagai pendamping pemain, mungkin juga berada di bench, menjadi penghubung antara pemain dan pelatih.”

Fans langsung heboh. “Tahun 2025 jadi kapten, 2026 jadi asisten pelatih. Keren Teh Kiwil.’’ Ada juga yang menyebut “Our living legend tetap di bench!”

Aura Wilda memang masih terasa “menyala”. Maklum, pengalaman Wilda luar biasa. Selama 13 tahun menjadi skuad timnas, 7 gelar Proliga (rekor putri), middle blocker berhijab pertama di SEA Games, dan mental juara yang dulu membuat timnya sering menang saat dia main. Kini, di Proliga 2026, Teh Kiwil lulus lisensi FIVB tapi tetap humble.

Dalam sebuah wawancara singkatnya, Wilda cerita soal keputusan ambil lisensi kepelatihan tersebut. “Sebenarnya dadakan juga ya. Maksudnya bukan dadakan, kayak nggak pernah punya cita-cita untuk ambil lisensi. Cuman seiring berjalannya waktu, kayak mungkin apa yang aku punya bisa bermanfaat bagi orang dan ya akhirnya aku ngambil lisensi kepelatihan juga.”

Dia menyatakan, sebetulnya tidak ada rencana itu dari dulu. Namun, pengalaman bertahun-tahun sebagai pemain membuatnya ingin merasa bisa berkontribusi lebih luas.

Teh Kiwil bukan cuma duduk di bench memberikan instruksi taktik. Fokus utamanya pendampingan mental dan komunikasi tim. Terutama untuk para pemain muda JLM seperti Syelomitha, Putri Naisya, atau Myrasuci. Dia menjadi “jembatan” antara pelatih asing dan pemain lokal yang kadang butuh bahasa hati.

“Pendekatannya masih sama kayak pada umumnya aku sebagai pemain, sebagai kapten, dan lain-lain. Masih berbaur dan lain-lainnya, ngobrol biasa, santai. Jadi kayak seolah nggak ada gap aja sih, kayak gitu.”

Soal hubungan dengan Coach Danai yang dulu mengantarkan JLM juara di Proliga 2024, Teh Kiwil menyebut baik. “Sejauh ini hubungannya berjalan dengan baik gitu. Sama teman-teman pelatih yang lain juga berjalan dengan baik. Banyak banget pelajaran yang diambil dari ilmu-ilmunya karena beliau juga udah tingkatan World Champion gitu. Jadi kayak banyak banget sih, dari segi di luar lapangan maupun di dalam lapangan banyak yang aku ambil,” jelasnya.

Pasca kemenangan besar lawan JPE, Wilda juga menyatakan tidak ada strategi khusus. Tim main tanpa beban setelah unggul dua set, meredam produktivitas Megawati yang tercatat cuma menyumbangkan 5 poin di laga tersebut. Selain itu, strategi blok dan defense berjalan lancar. Seusai laga melawan Popsivo Polwan di putaran sebelumnya, dia juga menyatakan bahwa strategi sesuai rencana dan tim bermain kompak.

Bagi sebagian fans, panggilan Teh Kiwil itu sudah melekat sejak lama dan menjadi sebutan sayang fans. Asal-usulnya sederhana tapi lucu. Dari masa SMA di Bandung. Wilda menceritakan dalam wawancara dengan awak media. “Di SMA sih, dulu ada pelatih yang sekarang sudah almarhum, pelatih olahraga aku. Dulu beliau sering panggil Wil-wil, kok kayak Kiwil. Nah, dari situ langsung, Kiwil Kiwil. Jadi ya udah lah, terima aja,” ungkapnya.

Karena Wilda asli Bandung, Jawa Barat, panggilan “Teh” yang berarti kakak perempuan dalam bahasa Sunda, kemudian ditambahkan di depannya. Jadilah Teh Kiwil. Dari panggilan pendek pelatihnya di masa SMA, menjadi ikon identitasnya yang humble dan dekat dengan komunitas voli. Jangan heran, fans sering teriak: “Ayo Teh Kiwil!” di bench atau komentar di media sosialnya.

Ada sisi pribadi yang membuat cerita tentangnya menjadi lebih hangat. Wilda sempat mengumumkan hamil anak pertama via IG pada 7 Februari 2026, tepat ulang tahunnya yang ke-31. Namun, dirinya mengaku tetap komitmen di bench, walaupun tentu menyesuaikan kondisi kesehatannya. Di akunnya, Wilda kerap share momen behind-the-scenes. Mulai latihan, doa bersama, atau refleksi humble. Jadi, “Super Livin” bukan cuma soal roster glamor, melainkan juga leadership diam-diam dari sosok yang pernah menjadi middle blocker berhijab pertama di SEA Games.

Teh Kiwil adalah satu bukti bahwa legenda tak pernah benar-benar pergi, dia hanya pindah posisi. Di Proliga 2026 yang lagi seru, kehadiran Teh Kiwil menjadikan JLM bukan cuma ’’keramat’’ di lapangan, tapi di hati tim dan fans mereka. Kalau Livin lolos Final Four atau bahkan juara, jangan lupa di baliknya ada nama Teh Kiwil yang diam-diam menjadi bagian dari “super power” sebenarnya. Dari “Wil-wil” jadi legenda asisten yang menyala. (*

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.