Dari Sekadar Hobi, Wartawan Nganjuk Ini Sukses Berbisnis Ikan Koi hingga Luar Pulau

oleh -95 Dilihat
Ahmad Sarwani, wartawan JTV Nganjuk sukses bisnis ikan koi (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Hobi ikan koi yang sudah dijalani sejak belasan tahun lalu mengantarkan Ahmad Sarwani untuk menjadikan kesukaannya terhadap warna-warni ikan tersebut sebagai ladang bisnis. Berawal dari pemikiran tersebut, pria yang tinggal di Perumnas Puri Mangundikaran Kota Nganjuk ini akhirnya memutuskan untuk membuka lapak dagangan dengan memanfaatkan media sosial.

“Pernah habis ambil dari pemasok di Tulungagung habis sampai Rp 10 juta, baru seminggu belum laku terjual ikan sudah mati,” ungkap Sarwani menceritakan perjalanan awal yang tidak mudah menghadapi pasang surut bisnis, Minggu (15/2)

Pasang surut dalam usaha ikan koi seakan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupannya. Saat ini, usahanya sudah dikenal luas dan memiliki pelanggan tidak hanya di dalam kota Nganjuk, melainkan juga di luar daerah bahkan sampai ke Jakarta, Surabaya, Bandung, dan beberapa kota besar di luar pulau.

Meskipun target pasarnya terbatas, keunikan dan keindahan ikan koi mampu menarik minat dari berbagai daerah, bahkan di kalangan pengusaha dan profesional yang melihatnya sebagai bentuk investasi atau hobi yang menguntungkan.

“Dulu waktu masih menjadi penghobi beli harga Rp 3 juta ya bilang ke istri Rp 300 ribu. Kalau jujur malah berabe” katanya sambil tersenyum mengenang masa awal dirinya yang sangat gandrung pada ikan koi.

Sebagai ayah satu anak dan memiliki profesi sebagai wartawan sehari-hari, bisnis ikan koi berperan sebagai pekerjaan sampingan yang memberikan penghasilan tambahan.

Meskipun tidak menyebutkan nominal pendapatan bulanan yang diperoleh, dia mengaku usaha tersebut cukup menguntungkan. Permintaan yang stabil dari kalangan tertentu membuat bisnis ini tetap berjalan dengan baik, meskipun harus menghadapi tantangan dalam hal pemeliharaan dan distribusi yang membutuhkan keahlian khusus.

“Jadi wartawan kan profesi sehari-hari, kalau ikan koi ini selain hobi, Alhamdulillah dapat menghasilkan penghasilan tambahan, kenapa tidak. Ini kan peluang,” ucapnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, dia juga menyadari bahwa risiko adalah bagian dari setiap usaha. Selain risiko kematian ikan akibat faktor lingkungan atau kesehatan, pasar yang bersifat eksklusif juga membuat bisnis ini sangat bergantung pada tren dan kemampuan daya beli kelompok target.

“Kalau risiko, semua usaha ada risikonya,” tutupnya singkat namun penuh makna.

Ikan koi sendiri bukanlah jenis ikan konsumsi biasa, melainkan masuk dalam kategori ikan hias eksklusif yang memiliki pangsa pasar terbatas pada kalangan tertentu.

Nilai jual ikan ini tidak hanya terletak pada bentuk dan warna tubuhnya yang memukau, namun juga pada keturunan serta standar kualitas yang diakui secara internasional.

Harganya bisa berkisar dari ratusan ribu hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah per ekor, menjadikannya barang mewah yang hanya bisa dijangkau oleh kolektor, penggemar berat, atau mereka yang memiliki minat khusus dalam dunia akuarium dan taman air. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.