Dawet Jabung: Rahasia di Balik Segelas Minuman Legendaris

oleh -214 Dilihat
DAWET JABUNG
Foto dawet jabung yang wajib kalian nikmati (Pinterest)

KabarBaik.co- Dawet Jabung merupakan minuman tradisional khas Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Keberadaannya menjadi buruan lantaran bisa menghilangkan rasa haus. Dawet Jabung memiliki cita rasa manis gurih dan sedikit asam yang menyegarkan. Menariknya, terdapat cerita unik di balik semangkuk Dawet Jabung, di mana pembelinya disebut bisa menikahi sang penjual.

Dawet Jabung dinamai sesuai dengan daerah Jabung, tempat asal dan pusat penjualannya. Sejak tahun 1950-an, dawet ini dijajakan secara tradisional dengan cara dipikul dan berkeliling, membawa kesegaran langsung ke tangan pembeli. Seiring berjalannya waktu, dawet jabung tetap menjadi favorit, dan kini telah menjadi ikon kuliner Ponorogo.

Desa Jabung memiliki banyak penjual dawet yang tersebar hingga ke desa lainnya di sekitar Desa Jabung, terutama pada bulan Ramadan. Harganya pun terbilang murah, yakni hanya Rp. 4.000 untuk per mangkuknya.

Dawet Jabung berisi cendol, tape ketan hitam, gempol, santan, dan gula jawa, dicampur es batu. Kadang ada yang menambahkan irisan nangka apabila sedang musim, yang menambah legit rasa dawet Jabung. Pembedanya dari dawet lain adalah tapioka untuk membuat gempolnya, tepung ini dibikin dari pohon aren atau bisa disebut tepung aren. Rasa Dawet Jabung yang khas dan unik tentunya menjadi oleh-oleh yang populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo.

Gempol disajikan hanya satu buah dan berukuran sebesar pentol bakso. Perbedaan lain, cendolnya tidak memakai pewarna campuran sehingga tampilannya putih polos. Rasa Dawet Jabung yang khas dan unik tentunya menjadi oleh-oleh yang populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo. Kuali tanah liat berukuran agak besar menjadi wadah khas dawet ini sebelum disajikan kepada pembeli.

Kemudian yang menjadi kekhasan lain adalah gayung yang digunakan bergagang kayu yang diukir menyerupai tokoh wayang. Tentunya sangat unik gayung dengan ukiran wayang yang menjelaskan tentang ketradisionalan budaya jawa. Dengan itu para pengunjung sangat melekat dengan cita rasa es Dawet Jabung.

Selain itu keunikan es Dawet Jabung tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga dalam penyajiannya. Ketika mangkuk Dawet disajikan, ada tatakan atau lepek (dalam bahasa Jawa) yang tidak boleh diambil oleh pembeli. Hanya mangkoknya yang boleh diambil. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan turun temurun di masyarakat setempat, yang jika tatakan diambil oleh pembeli, maka pembeli harus menikahi penjual Dawet Jabung tersebut.

Walaupun mitos ini masih tetap hidup sebagai cerita turun temurun, dalam prakteknya, keunikan penyajian Dawet Jabung tetap dipertahankan sebagai ciri khas dan warisan lokal. Menurutnya, hampir selalu ada momen tarik menarik lepek antara dirinya dengan pembeli yang baru kali pertama mencicipi Dawet Jabung Ponorogo di warungnya.

Selain keindahan alam dan budaya, Ponorogo juga menyimpan pesona kuliner yang tak boleh dilewatkan, salah satunya adalah Dawet Jabung. Dengan cita rasa yang khas dan cerita uniknya, Dawet Jabung menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi. Jadi, jika Anda berencana mengunjungi Jawa Timur, jangan lupa mampir ke Ponorogo dan cicipi kelezatan Dawet Jabung.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Valentino Iqbal
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.