Daya Beli Masyarakat Tertekan, Penjualan Mobil Januari-Maret 2025 Ikut Menyusut

oleh -1087 Dilihat
Mobil Yoyota Innova, kendaraan terlaris 2024.(Website Toyota)

KabarBaik.co- Penjualan mobil di Indonesia sepanjang kuartal I/2025 masih masih terbilang ’’berwajah muram’’. Mengalami penurunan. Baik secara wholesales maupun ritel, Padahal, ada momen Lebaran. Kondisi ini menjadi satu indicator bahwa daya beli masyarakat sedang tidak baik-baik saja.

Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Maret 2025 mencapai 205.160 unit. Angka ini turun 4,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencapai 215.250 unit.

Pun demikian penjualan secara ritel atau dari diler ke konsumen. Drop mencapai 8,9 persen dibandingkan 3 bulan pertama 2024. Dari sebanyak 231.027 unit pada tahun lalu, tahun ini menjadi 210.483 unit.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara menyebut, salah satu faktor penyebab turunnya penjualan mobil sepanjang kuartal I/2025 ini kemungkinan karena daya beli masyarakat kelas menengah mengalami penurunan.

“Kalau dilihat memang belakangan ini ada indikasi bahwa daya beli masyarakat kelompok menengah itu cenderung sedang tertekan. Nah, sehingga mereka tentunya memilih pengeluaran yang dianggap betul-betul diperlukan,” kata Kukuh kepada media Jakarta, Kamis (17/4).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), setidaknya 9,4 juta penduduk kelas menengah telah ”turun kasta” ke kelompok aspiring middle class. Penurunan itu terjadi selama 2019 sampai 2024. Akibatnya pada 2024, jumlah kelas menengah tinggal menjadi 47,85 juta atau 17,13 oersen dari total penduduk Indonesia.

Khusus penjualan mobil pada Maret 2025, secara wholesales berada di angka 70.892 unit. Jumlah itu turun 5,1 persen secara year-on-year (yoy) atau dibandingkan Maret 2024, yang mencapai 74.720 unit. Demikian pula penjualan secara ritel. Menurun 6,8 persen. Maret 2025 terjual menjadi 76.582 unit, Maret tahun lalu mencapai 82.170 unit.

Jika ditinjau secara bulanan, penjualan mobil secara wholesales turun 2 persen. Penjualan pada Maret 2025 sebanyak 70.892 unit, di Februari 2025 penjualan sebanyak 72.336 unit. Namun, penjualan mobil secara ritel dari Februari dibandingkan Maret 2025 mengalami kenaikan 9,6 persen.

Gaikindo memasang target moderat pada tahun ini. Penjualan mobil tahun ini diperkirakan masih akan di bawah 1 juta unit atau sekitar 900.000 unit. Target tersebut hanya naik tipis dibandingkan realisasi pada 2024, yang mencapai 865.723 unit.

Dalam skenario terburuk, penjualan mobil tahun ini diproyeksi bisa turun hingga menjadi 750.000 unit. Ini seiring pemberlakuan tarif PPN 12 persen, opsen pajak, hingga kondisi ekonomi yang tak stabil. Kendati demikian, Gaikindo tetap menaruh harapan besar penjualan mobil bisa membaik tahun ini. (*)

10 Merek Mobil Terlaris Kuartal I/2025:

  1. Toyota: 68.955 unit
  2. Daihatsu: 34.999 unit
  3. Honda: 22.336 unit
  4. Mitsubishi Motors: 17.481 unit
  5. Suzuki: 14.174 unit
  6. Hyundai (HMID): 6.958 unit
  7. Isuzu: 5.911 unit
  8. Mitsubishi Fuso: 5.815 unit
  9. BYD: 5.718 unit
  10. Wuling: 4.795 unit.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.