KabarBaik.co, Pasuruan – Achmad Efendi, 59, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan yang merupakan pedagang garam keliling dari toko ke toko untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, meskipun dengan penghasilan tidak menentu.
Di balik kegigihannya mencari nafkah, Efendi kini harus berdamai dengan kondisi kesehatannya. Ia didiagnosis diabetes melitus dan harus menjalani kontrol kesehatan secara rutin setiap bulan di RSUD dr. R. Soedarsono.
Hasil pemeriksaan menunjukkan gula darahnya mencapai 300. Namun, karena merasa tubuhnya masih kuat bekerja, ia sempat mengabaikan kondisi tersebut dan tetap beraktivitas seperti biasa.
“Waktu itu saya merasa masih sehat dan masih kuat bekerja seperti biasa, jadi saya menganggap hasil pemeriksaan itu tidak terlalu serius. Karena itu, saya belum memeriksakan diri lebih lanjut,” ujar Efendi, Selasa (26/5).
Seiring waktu, kondisi kesehatan Efendi mulai menurun, kakinya mengalami pembengkakan dan infeksi yang semakin parah. Keluarga yang melihat kondisinya memburuk segera membawa Efendi ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.
“Waktu kaki saya infeksi, saya sempat takut karena katanya bisa sampai amputasi. Alhamdulillah keluarga langsung membawa saya ke rumah sakit,” jelas Efendi.
Di tengah kondisi yang penuh kekhawatiran, Efendi bersyukur telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan iuran yang ditanggung pemerintah. Perlindungan tersebut membuatnya tetap dapat menjalani pengobatan tanpa harus dibebani biaya yang tidak mampu ia tanggung sendiri.
“Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, saya bingung harus mencari biaya pengobatan dari mana, penghasilan saya sehari-hari juga tidak cukup,” ucap Efendi.
Efendi juga sempat mendengar cerita kurang baik tentang pelayanan bagi peserta JKN. Namun, pengalaman yang ia rasakan justru berbeda, selama menjalani perawatan, ia merasa dilayani dengan baik, diperhatikan, dan tidak dibedakan dengan pasien lainnya.
“Selama menjalani perawatan, saya dilayani dengan sangat baik dan diperhatikan. Dokternya cepat tanggap, perawatnya juga ramah sehingga saya merasa lebih tenang,” ujarnya.
Kini, di tengah rutinitasnya berjualan garam dan menjalani kontrol diabetes setiap bulan, Efendi berharap Program JKN terus hadir membantu masyarakat kecil mendapatkan akses layanan kesehatan. Baginya, ketenangan saat sakit bukan hanya tentang harapan untuk sembuh, tetapi juga terbebas dari kekhawatiran akan biaya pengobatan.
“Semoga BPJS Kesehatan dan pemerintah terus membantu masyarakat kecil seperti kami. Karena masih banyak orang yang ingin sembuh tetapi terkendala biaya,” tutupnya.






