Di Balik Puncak Haji 2026: Safari Wukuf Turun, Badal Haji dan Terus Perkuat Layanan Kesehatan

oleh -75 Dilihat
WUKUF TENDA ARAFAH
Jemaah haji wukuf di tenda-tenda yang berada di Arafah. (IST)

KabarBaik.co, Makkah- Hari ini (26/5), 9 Dzulhijah 1447 H, jutaan jemaah haji dari berbagai belahan dunia, menjalani puncak rukun Islam kelima. Wukuf di Arafah, berlanjut mabit di Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Seperti musim haji tahun-tahun sebelumnya,  Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan safari wukuf di Arafah.

Safari wukuf diperuntukkan bagi jemaah haji yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti sakit berat, lansia, atau penyandang disabilitas yang tidak memungkinkan mereka mengikuti pergerakan Armuzna secara normal.

Menurut Maria Assegaf, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, pada musim haji tahun ini layanan safari wukuf diikuti 267 jemaah dengan dukungan 150 petugas pendamping. Jemaah peserta safari wukuf akan diberangkatkan menuju Arafah pada 9 Dzulhijjah pukul 13.00 Waktu Arab Saudi.

Setelah menjalani wukuf, para jemaah akan kembali dibawa ke Hotel Transit di Makkah untuk menjalani pemantauan dan pemulihan kondisi sebelum nantinya bergabung kembali dengan kloter masing-masing pada 13 Dzulhijjah. “Karena untuk memperkuat layanan kesehatan selama puncak haji, PPIH Arab Saudi juga telah menyiagakan ada satu klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI),” kata Maria dalam konferensi pers, Senin (25/5).

PPIH Arab Saudi juga menyiagakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arafah dan Mina. Selain itu, sebanyak 657 petugas Satuan Tugas (Satgas) Arafah juga diterjunkan untuk mendukung layanan jemaah. Petugas tersebut terdiri dari ad hoc Arafah, koordinator markaz, pengawas konsumsi, hingga unsur pendukung lainnya.

Berbagai layanan, lanjut dia, terus disiagakan di sejumlah titik pelayanan untuk memastikan pergerakan jemaah berjalan tertib, aman, dan terpantau. Layanan tersebut mencakup transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah yang terus diperkuat selama fase Armuzna.

Maria juga mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk saling peduli satu sama lain. Jika menemukan jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, pihaknya mengimbau agar segera membantu dan melaporkannya kepada petugas terdekat. “Semoga semua dapat berjalan dengan lancar, tertib dan juga diberikan kesehatan serta kekuatan untuk menjalankan puncak ibadah haji,” katanya.

Sementara itu, selain safari wukuf, pemerintah juga menyiapkan ratusan petugas untuk menjalankan badal haji bagi jemaah yang meninggal dunia atau tidak memungkinkan mengikuti puncak ibadah haji karena kondisi kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hak ibadah jemaah tetap terpenuhi, walaupun menghadapi kondisi darurat.

Berdasarkan data hingga Sabtu (23/5), tercatat ada sebanyak 79 jemaah masuk dalam skema badal haji. Dari jumlah tersebut, 75 jemaah dilaporkan meninggal dunia di Madinah dan Makkah, sementara empat lainnya wafat saat masih berada di embarkasi.

Pada saat bersamaan, terdapat 135 jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan berpotensi tidak dapat mengikuti wukuf, yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.

Musim Haji Tahun Sebelumnya

Puncak ibadah haji wukuf di Arafah tahun lalu atau 1446 H dilaksanakan  4–5 Juni 2025. Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat bahwa 10 jemaah wafat pada Rabu (4/6), saat pergerakan menuju Arafah. Lalu, 9 jemaah lainnya meninggal pada Kamis (5/6) bertepatan dengan pelaksanaan wukuf.

Kabar duka berlanjut pada Hari Raya Idul Adha (6/6), 10 Dzulhijah, ada 3 jemaah haji wafat saat pergerakan dari Muzdalifah ke Mina untuk melontar jumrah.

Sementara itu, tahun lalu ada sebanyak 477 jemaah haji Indonesia yang mengikuti program safari wukuf. Artinya, jumlah mereka yang disafariwukufkan pada musim haji tahun ini mengalami penurunan siginfikan. Adapun pada musim haji 1445 H/2024, total ada 482 jemaah haji yang mengikuti safari wukuf.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.