KabarBaik.co – Persebaya Surabaya bersiap melanjutkan tren positif saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu, 1 Februari mendatang. Laga ini tak hanya penting untuk menjaga momentum kemenangan Bajul Ijo. Tapi, juga menjadi momen spesial bagi sejumlah pemain asing anyar mereka.
Nah, salah seorang di antaranya gelandang Pedro Matos, yang baru akan merasakan atmosfer keangkeran GBT untuk kali pertama. Pedro tidak lain eks pemain Semen Padang di putaran pertama.
Datang dengan kepercayaan diri tinggi seusai mencatat empat kemenangan beruntun, Persebaya kini berada dalam kondisi mental dan performa yang menanjak. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIM Yogyakarta di pekan sebelumnya menjadi bukti solidnya permainan tim asuhan Bernardo Tavares, terutama setelah tampil dominan di babak kedua.
Pedro Matos menjadi salah seroang sosok yang mencuri perhatian. Meski baru menjalani debut singkat saat melawan PSIM, gelandang berusia 28 tahun itu langsung menunjukkan kontribusi nyata. Masuk di menit ke-71, Pedro tampil disiplin, memenangkan 86 persen duel, serta sukses menjalankan tugas khusus untuk meredam pergerakan Ze Valente, pemain berbahaya Laskar Mataram.
Menatap laga melawan Dewa United, Pedro mengaku antusias. Dia menyadari kekuatan calon lawan, namun optimistis Persebaya mampu tampil agresif sejak menit awal. “Dewa United adalah tim yang bagus dan terorganisasi. Kami harus fokus dari menit pertama dan bermain dengan intensitas tinggi,” ujarnya dikutip dari laman resmi Persebaya.
Pertandingan tersebut akan terasa istimewa bagi Pedro karena menjadi laga perdananya di GBT dengan balutan seragam hijau Persebaya. Dia pun menilai kehadiran Bonek dan Bonita bisa menjadi pembeda. “Saya sangat menantikan bermain di GBT. Banyak orang mengatakan atmosfernya luar biasa. Dukungan suporter pasti memberi energi tambahan bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares juga menegaskan bahwa kemenangan demi kemenangan tidak boleh membuat timnya lengah. Pelatih asal Portugal itu menuntut para pemain tetap rendah hati dan fokus pada evaluasi, terutama jelang laga kandang yang sarat ekspektasi.
“Kemenangan ini penting, tapi tidak berarti semuanya sudah sempurna. Kami masih harus memperbaiki beberapa hal,” tegas mantan pelatih PSM Makassar yang menjuarai Liga 1 pada musim 2022/2023 itu.
Dengan modal tren positif, performa tim yang kian solid, serta dukungan penuh publik GBT, Persebaya bertekad menjadikan laga kontra Dewa United mendatang sebagai ajang penegasan kekuatan di kandang sendiri. Green Force pun siap tampil agresif demi mengamankan tiga poin dan menjaga asa bersaing di papan atas. (*)






