Diakui sebagai Pelopor Pendidikan Inklusif, Bupati Gresik Raih Radar Surabaya Award 2025

oleh -460 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 02 at 08.23.14
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menerima penghargaan Radar Surabaya Awards. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap pendidikan inklusif kembali mendapat pengakuan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meraih penghargaan Radar Surabaya Award 2025 atas upayanya dalam memperkuat layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Jawa Pos Group, Leak Kustiya, kepada Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, yang hadir mewakili Bupati dalam malam penganugerahan di Surabaya.

Acara yang juga dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tersebut menjadi ajang apresiasi bagi kepala daerah se-Jawa Timur yang dinilai berhasil dalam layanan publik. Penilaian Radar Surabaya didasarkan pada riset lapangan dan observasi praktik pelayanan publik oleh jurnalis mereka.

Wabup Alif menyebut, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas inovasi yang dijalankan Pemkab Gresik dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata.

“Apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pendidikan yang merata dan inklusif. Melalui program Gresik Cemerlang dalam kerangka Nawakarsa, kami mendorong percepatan sarpras pendidikan, peningkatan mutu guru, dan implementasi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari Asta Cita, menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Berbagai program telah digulirkan Pemkab Gresik sebagai bukti konkret komitmen tersebut. Di antaranya Program Hatiku Padamu (HTM), yang menyediakan layanan antar jemput gratis untuk 100 ABK. Tak hanya itu, sebanyak 136 Guru Pembimbing Khusus (GPK) telah mendapatkan pelatihan intensif, dan Program Pembelajaran Individual (PPI) disusun untuk memastikan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tiap anak.

Gresik juga menerima tiga unit mobil CSR dari Bank Jatim untuk mendukung mobilitas siswa ABK di wilayah kota, utara, dan selatan. Layanan intervensi terpadu disediakan melalui UPT Layanan Pendidikan ABK Dinas Pendidikan Gresik, mencakup fisioterapi, bina wicara, kelas transisi, pelatihan vokasional, dukungan psikologis, hingga skrining pendengaran.

Langkah lainnya termasuk pelaksanaan Parenting Week, program Belajar dari Rumah (BDR), hingga sistem asesmen daring yang dirancang untuk memahami kebutuhan anak secara menyeluruh. Hingga pertengahan 2025, tercatat 454 ABK dari jenjang PAUD hingga SMP telah mengikuti program intensif dan mendapatkan pendampingan lanjutan di sekolah asal mereka.

Tak hanya membenahi sistem dari dalam, Pemkab Gresik juga menjalin kolaborasi internasional. Salah satunya dengan Universitas Melbourne, Australia, dalam upaya mengembangkan kapasitas pendidik berbasis riset dan praktik terbaik global.

“Semua ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan dapat diakses oleh seluruh anak di Gresik, tanpa terkecuali,” tegas Wabup Alif. Dengan torehan ini, Gresik menempatkan diri sebagai daerah yang tidak hanya bicara inklusi sebagai jargon, tapi menjalankannya sebagai kebijakan yang berpihak pada keberagaman dan keadilan sosial. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.