KabarBaik.co – Kekhawatiran warga Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto, soal dugaan pencemaran sungai akhirnya ditindaklanjuti Komisi III DPRD Kabupaten Blitar. Legislatif bersama warga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan sapi milik PT Karya Suci Putra Prasetya (KSPP).
Dalam kesempatan itu, perwakilan warga Joko Wiyono menyampaikan bahwa masyarakat sudah sejak lama merasakan dampak negatif dari limbah peternakan. Menurutnya, air sungai yang biasanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari kini tak bisa lagi dimanfaatkan.
“Kami menemukan banyak kejanggalan di lapangan. Kalau satu bulan tidak ada perbaikan, warga siap menempuh jalur hukum hingga ke Polda Jatim maupun PTUN,” tegasnya, Jumat (3/10).
Sebelum terjun ke lokasi, Komisi III terlebih dahulu mengundang warga untuk berdiskusi. Dari forum dengar pendapat itu, dewan memutuskan untuk melakukan pengecekan langsung agar memperoleh gambaran nyata.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto, menyebut hasil peninjauan menunjukkan pengelolaan limbah PT KSPP belum sesuai harapan. Ia menekankan agar perusahaan segera memperbaiki sistem dalam waktu sebulan.
“Kalau tidak ada progres, kami akan mengambil langkah tegas,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, perwakilan perusahaan, Andri, mengakui masih ada kelemahan dalam sistem yang dijalankan. Ia mengucapkan terima kasih atas kritik yang diberikan dan berjanji melakukan perbaikan.
“Kami akan segera memperbaiki. Separator juga sudah kami pesan, tinggal menunggu datang,” katanya.
Andri menambahkan, faktor cuaca memang bisa memengaruhi proses, tetapi pihaknya akan berusaha maksimal.
“Kami optimis bisa melakukan perbaikan sesuai waktu yang diberikan,” tutupnya.(*)







