KabarBaik.co – Hujan deras yang mengguyur Plandaan, Jombang, menyebabkan banjir kembali merendam permukiman warga di Dusun Pojok, Desa Pojok Klitih, Sabtu (20/12) petang. Luapan sungai terjadi setelah hujan turun selama beberapa jam tanpa henti.
Salah satu warga Dusun Pojok, As’ad, mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 17.15 WIB. Dalam waktu singkat, genangan terus bertambah dan merendam jalan di kampung.
“Air mulai masuk ke kampung sekitar pukul 17.15 WIB. Tidak lama kemudian langsung naik,” kata As’ad kepada wartawan.
Hingga malam hari, ketinggian air dilaporkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa atau sekitar 80 cm dengan arus yang cukup deras. Warga pun diminta waspada karena derasnya aliran air dinilai membahayakan.
Menurut As’ad, banjir kali ini merupakan yang terparah sepanjang tahun 2025. Ia menyebutkan, kejadian tersebut merupakan banjir keenam yang melanda wilayah itu sejak awal tahun.
“Ini banjir yang keenam tahun ini. Dari enam kejadian, yang sekarang ini paling besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi turun sejak sore hari sehingga sungai tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap dan masuk ke kawasan permukiman warga.
Biasanya, banjir di wilayah tersebut cepat surut. Namun kali ini air belum juga surut meski sudah lebih dari tiga jam.
“Biasanya satu sampai dua jam sudah surut, paling lama tiga jam. Ini sudah lewat tiga jam tapi air masih tinggi,” jelasnya.
Kondisi banjir yang berulang membuat warga semakin cemas setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Mereka khawatir sungai kembali meluap sewaktu-waktu.
Kepala Desa Klitih, Siti Roaini, membenarkan adanya banjir di Dusun Pojok. Ia menyebutkan, banjir terutama merendam akses jalan kampung.
“Benar, yang terdampak Dusun Pojok. Air lewat saja, dan yang terdampak memang jalan kampung,” singkatnya. (*)







