Dilantik di Grahadi, Kadin Jatim Tetapkan Tujuh Fokus Strategis untuk Dongkrak Ekonomi 8 Persen

oleh -212 Dilihat
Pelantikan yang diikuti sekitar 400 pengurus dari 32 bidang usaha ini menjadi momentum konsolidasi dunia usaha Jawa Timur untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Surabaya – Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan di Gedung Negara Grahadi, Minggu (1/2). Pelantikan yang diikuti sekitar 400 pengurus dari 32 bidang usaha ini menjadi momentum konsolidasi dunia usaha Jawa Timur untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan kepengurusan baru telah menetapkan tujuh fokus strategis yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur hingga mencapai 8 persen. “Target pertumbuhan ekonomi Jawa Timur kami dorong agar bisa mencapai 8 persen, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Adik dalam sambutannya.

Fokus pertama diarahkan pada penguatan investasi. Kadin Jatim berkomitmen mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan berusaha, kepastian hukum, serta ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja.

Fokus kedua menyasar sektor perdagangan, baik domestik maupun internasional. Bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kadin telah merencanakan misi dagang ke sembilan provinsi di dalam negeri serta empat negara tujuan ekspor pada tahun ini.

Pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus ketiga sekaligus yang dinilai paling krusial. Adik menyebut kualitas SDM berkontribusi sekitar 60–70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. “Karena itu pengembangan SDM kami jadikan prioritas, apalagi dengan telah dibentuknya Tim Koordinasi Vokasi Daerah oleh Gubernur,” katanya.

Fokus keempat adalah adopsi teknologi dan digitalisasi. Langkah ini dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, khususnya bagi pelaku BUMKM agar mampu meningkatkan daya saing dan naik kelas.
Selanjutnya, fokus kelima diarahkan pada pengembangan industri hijau dan green jobs. Kadin Jawa Timur bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia telah menyiapkan standar kompetensi green soft skills yang akan diusulkan menjadi standar nasional.

Fokus keenam menitikberatkan pada penguatan infrastruktur sebagai penopang utama aktivitas ekonomi. Adapun fokus ketujuh adalah pemberdayaan BUMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan pentingnya konsep Indonesia Incorporated yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni semangat gotong royong dunia usaha nasional. “Bukan saja maju, tapi maju bersama. Yang besar makin kuat, menengah naik kelas, kecil tumbuh, dan UMKM terus berkembang,” ujarnya.

Menurut Anindya, implementasi Indonesia Incorporated paling nyata terlihat di Jawa Timur yang selama ini menjadi basis industri manufaktur dan agroindustri nasional. Ia menegaskan industrialisasi merupakan kunci utama peningkatan nilai tambah ekonomi. “Ketika kita bicara nilai tambah, industrialisasi adalah jawabannya,” katanya.

Ia juga menyoroti peran strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus basis manufaktur nonmigas. Sekitar 30 persen PDRB Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan yang didukung perdagangan dan pertanian berskala besar. Kekuatan UMKM yang mencakup sekitar 99 persen unit usaha di Jawa Timur dinilai menjadi modal besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya kesinambungan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha di tengah ketidakpastian global.
“Kebersamaan ini sudah terbangun dengan baik dan harus terus kita perkuat,” ujarnya.

Emil mengingatkan dampak konflik geopolitik global yang berimbas langsung pada perekonomian. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan berperan sebagai fasilitator agar ekosistem usaha berjalan tertib dan berkelanjutan. “Peran pemerintah minimal jangan merepotkan, tapi tetap harus mengatur agar ekonomi tumbuh sehat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan posisi Jawa Timur sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang menyumbang hampir satu per enam perekonomian Indonesia, sekaligus sebagai gerbang logistik utama ke kawasan Indonesia timur. Menutup sambutannya, Emil mengapresiasi kontribusi Kadin Jawa Timur dalam berbagai misi dagang yang menghasilkan transaksi bernilai ratusan miliar rupiah. “Saya yakin ada jejak Kadin Jawa Timur dalam setiap capaian tersebut,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.