KabarBaik.co – Pemerintah Kanada menempatkan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai wilayah strategis dalam peta investasi dan kemitraan internasional di kawasan Asia Pasifik. Penilaian tersebut didasarkan pada besarnya populasi, luas wilayah, serta potensi ekonomi yang dinilai mampu menopang investasi jangka panjang lintas sektor.
Menteri Pembangunan Internasional Kanada Randeep Singh Sarai, menegaskan pemilihan Lombok bukan semata untuk program sosial, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi global Kanada di Asia Pasifik.
“Kami memilih Lombok karena memiliki populasi dan wilayah yang besar di Asia Pasifik, selain potensi investasi energi dan sektor lainnya,” ujar Randeep Singh Sarai, Sabtu (10/1).
Dalam pertemuan dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, kedua pihak membahas penguatan kemitraan setara dan berkelanjutan yang mencakup pengembangan UMKM, sektor kesehatan, hingga perluasan akses pasar bagi produk unggulan NTB. Skema kerja sama yang dibangun diarahkan tidak lagi berbasis bantuan, melainkan pada pola partnership yang berorientasi bisnis dan nilai tambah ekonomi.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebutkan sejumlah sektor prioritas yang diminati investor Kanada, mulai dari potensi penangkapan ikan, pengembangan pariwisata dengan investasi seaplane, hingga proyek strategis vallet PT STM di Dompu.
“Banyak potensi yang akan mereka garap. Selain sektor ekonomi, juga dibahas program lingkungan dan pemberdayaan perempuan yang segera ditindaklanjuti oleh Kedutaan Besar Kanada,” jelas Iqbal.
Di sektor energi, peluang investasi pada energi bersih menjadi perhatian serius, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan transisi energi berkelanjutan. Kanada juga melihat peluang hilirisasi industri pangan serta pengembangan mineral kritikal sebagai bagian dari rantai pasok global.
Randeep Singh Sarai menegaskan, program sosial yang akan dijalankan tetap terintegrasi dengan agenda investasi, terutama dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan sebagai fondasi ekonomi jangka panjang.
“Kami tidak lagi berbicara soal bantuan semata, tetapi kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Menteri Randeep Singh Sarai dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi strategis di NTB, termasuk Vena Energy Plant (PLTS Sengkol) di Lombok Tengah, serta komunitas ekonomi dan sosial di Lombok Barat dan Lombok Timur. Kunjungan ini menjadi bagian dari penjajakan langsung kesiapan daerah dalam menerima investasi internasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat tinggi Kanada, mulai dari Duta Besar hingga direktur program Asia Pasifik, serta jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Diskusi ini menandai babak baru hubungan NTB–Kanada sebagai mitra strategis di kawasan Asia Pasifik, dengan Lombok sebagai simpul investasi baru di Indonesia bagian timur.(*)








