Otoritas Ulama Tergerus Algoritma, MUI Diminta Perkuat Kepercayaan Umat

oleh -278 Dilihat
53f57d65 af9d 41e6 849b 1bfe4d34b2cd

KabarBaik.co, Mataram — Tantangan utama keumatan saat ini bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga krisis kepercayaan terhadap otoritas ulama yang kian tergerus oleh derasnya arus informasi digital.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua MUI Pusat bidang Informasi, Komunikasi dan Digital, KH Masduki Baidlowi saat melantik pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat periode 2025–2030.

Menurutnya, peran ulama kini menghadapi tantangan serius dari dominasi algoritma media sosial yang cenderung mengedepankan konten viral dibanding substansi keilmuan.

“Ini karena otoritasnya tergerus dan diambil oleh algoritma media sosial yang kecenderungannya mengabaikan substansi dan keilmuan, tapi menggantinya dengan isu viral yang lebih banyak bersifat kurang penting dan dangkal,” tegasnya, Minggu (12/4).

Ia menekankan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius MUI untuk mengembalikan kepercayaan umat kepada ulama sebagai rujukan utama dalam kehidupan beragama.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyoroti berbagai persoalan sosial yang dihadapi umat Islam di daerah, salah satunya kasus pelecehan seksual yang dinilai sensitif, terutama ketika terjadi di lingkungan pendidikan Islam.

“Banyak terjadi pelecehan seksual justru di institusi pendidikan Islam kita. Jangan sampai muncul stigma pondok pesantren kita rentan terhadap kejahatan seksual,” tegasnya.

Gubernur berharap MUI NTB dapat berperan lebih aktif dan sensitif dalam merespons persoalan tersebut melalui ijtihad sosial yang relevan dengan kondisi kekinian.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa NTB masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem yang mencapai sekitar 114 ribu kepala keluarga di 106 desa. Program penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas menjadi prioritas strategis pemerintah daerah.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid dalam kuliah kebangsaannya menegaskan pentingnya peran ulama dalam menjaga keberlangsungan negara.

“Negara bisa tegak karena ilmu para ulama, keadilan hukum, dan politik yang menyejahterakan rakyat. Maka MUI sebagai wadah berkumpulnya para ulama memiliki peran besar,” ujarnya.

Ia juga mengutip pesan ulama besar Abdul Qodir Jaelani yang menyebut bahwa ulama yang layak diikuti adalah mereka yang memiliki sanad keilmuan yang jelas hingga Nabi Muhammad SAW, mendedikasikan hidupnya untuk ibadah, serta memiliki rasa takut kepada Allah SWT.

Ketua MUI NTB terpilih TGH Badrun menyampaikan bahwa kepengurusan MUI NTB periode ini diisi oleh 124 orang yang terdiri dari guru besar, doktor, ulama, dan cendekiawan. Mereka siap bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan umat di Nusa Tenggara Barat.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, serta menjadi momentum penguatan peran ulama di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.