KabarBaik.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menerapkan pola hidup sehat menyusul terdeteksinya kasus superflu di Indonesia. Penyakit ini berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) subclade K yang saat ini dilaporkan menyebar di sejumlah negara.
Kementerian Kesehatan RI mencatat, hingga 25 Desember 2025 terdapat 62 kasus superflu di Indonesia, dengan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Meski demikian, Dinkes Kabupaten Blitar menegaskan kondisi tersebut belum perlu disikapi secara berlebihan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawati menjelaskan bahwa secara klinis superflu memiliki gejala yang mirip dengan influenza pada umumnya.
“Keluhannya hampir sama seperti flu biasa, mulai dari demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga badan terasa pegal,” ujar Christine, Selasa (13/1)
Menurut Christine, perbedaan utama terletak pada lama penyembuhan. Pada orang yang belum pernah terpapar varian virus tersebut, masa pemulihan bisa berlangsung lebih panjang dibanding flu musiman.
“Kalau tubuh belum memiliki kekebalan terhadap virus ini, proses sembuhnya bisa lebih lama,” jelasnya.
Christine menambahkan hingga kini tidak ditemukan gejala khas atau spesifik seperti yang pernah terjadi pada COVID-19. Karena itu, langkah pencegahan tetap mengacu pada kebiasaan hidup sehat dan etika kesehatan dasar.
“Tidak ada gejala khusus. Pencegahannya sederhana, jika sedang sakit sebaiknya memakai masker, terutama di ruang tertutup,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta mencukupi kebutuhan cairan.
“Pola hidup sehat menjadi benteng utama agar tubuh tetap kuat menghadapi infeksi,” pungkas Christine. (*)







