Dinkes Kota Batu Waspadai Hantavirus Saat Libur Panjang, dr. Icang: Bisa Serang Paru-paru dan Ginjal

oleh -133 Dilihat
IMG 20260518 WA0037
Ilustrasi Hantavirus yang disebabkan oleh tikus. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Batu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus selama libur panjang pertengahan Mei 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, menegaskan penyakit yang ditularkan hewan pengerat tersebut tidak boleh dianggap remeh karena dapat menyerang organ vital tubuh.

“Kalau sudah berat, bisa menyerang paru-paru dan fungsi ginjal. Itu yang berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius,” ujar dr. Icang, Senin (18/5).

Menurutnya, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus, baik dari urine, air liur, kotoran, maupun debu yang telah terkontaminasi virus. Penularannya dapat terjadi ketika debu terhirup atau melalui kontak dengan kulit dan selaput lendir.

“Penularannya bisa melalui debu yang terkontaminasi kotoran tikus lalu terhirup. Bisa juga melalui sentuhan kulit, selaput lendir mata, hingga gigitan hewan pengerat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, gejala awal hantavirus umumnya berupa demam tinggi, nyeri otot dan sendi, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas. Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala tersebut.

“Kalau mengalami demam tinggi, nyeri otot, batuk, sampai sesak napas, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar bisa cepat ditangani,” tegas dia.

Meski hingga kini belum ditemukan kasus hantavirus di Kota Batu, Dinkes tetap memperketat langkah antisipasi seiring meningkatnya mobilitas wisatawan selama libur panjang.

Pengawasan lingkungan diperkuat di kawasan wisata, hotel, penginapan, restoran, hingga area publik yang ramai pengunjung. “Kami sudah mengingatkan pengelola hotel dan tempat wisata agar benar-benar menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi keberadaan tikus,” tegas dr. Icang.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama menjaga kebersihan rumah dan tempat penyimpanan makanan agar tidak mengundang tikus.

“Gudang harus bersih, makanan jangan dibiarkan berserakan karena itu mengundang tikus. Celah rumah yang memungkinkan tikus masuk juga harus ditutup,” imbuhnya.

Sebagai langkah pencegahan tambahan, dr. Icang juga menyarankan masyarakat menggunakan masker saat berada di lokasi berdebu maupun keramaian. “Kalau berada di tempat berdebu atau banyak orang, sebaiknya pakai masker. Itu langkah sederhana yang penting untuk pencegahan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus, Dinkes Kota Batu telah menyiagakan lima puskesmas dan enam rumah sakit, termasuk menyiapkan ruang isolasi. “Ruang isolasi sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi jika ditemukan kasus,” tandasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.