KabarBaik.co, Malang – Kasus campak yang sempat muncul di Kota Malang kini berhasil dikendalikan. Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan penyebaran penyakit tersebut telah ditekan melalui langkah cepat berupa imunisasi massal.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan pihaknya telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai respons atas temuan kasus di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun.
“Untuk penyakit campak, kita sudah melakukan ORI karena memang ada beberapa kasus di Kedungkandang dan Sukun,” ujar Husnul di Balaikota Malang, Kamis (26/3).
Menurutnya, hasil pelaksanaan imunisasi tersebut bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Dinkes mencatat capaian sebesar 95,6 persen, angka yang dinilai cukup untuk membentuk herd immunity.
“Alhamdulillah pencapaiannya 95,6 persen. Jadi sudah mencapai target dan herd immunity. Harapannya tidak ada lagi transmisi kasus campak,” jelasnya.
Tak hanya itu, Dinkes juga memastikan seluruh pasien yang sempat terpapar kini telah dinyatakan sembuh. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan.
“Semua yang sempat terkena, kondisinya sudah sehat. Penanganannya dilakukan mulai dari layanan dasar sampai rujukan,” tambahnya.
Sebagai informasi, gejala campak umumnya ditandai dengan demam, batuk, pilek, munculnya ruam atau bintik pada kulit, serta mata kemerahan. Hingga triwulan pertama tahun ini, total kasus campak di Kota Malang tercatat sebanyak 17 kasus, yang seluruhnya berasal dari dua kecamatan tersebut.
Dengan capaian imunisasi yang tinggi serta kondisi pasien yang telah pulih, Dinkes berharap penyebaran campak tidak kembali terjadi di wilayah tersebut. (*)






