KabarBaik.co – Persid Jember dipastikan harus menjalani dua laga kandang tanpa dukungan langsung dari suporternya. Sanksi ini dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul insiden yang terjadi pada pertandingan sebelumnya.
Hal itu pun dibenarkan oleh Ketua Yayasan Persid Jember Ardi Pujo Prabowo. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat resmi terkait poin-poin sanksi tersebut. Selain larangan penonton, Persid juga dijatuhi denda administratif.
“Kami semalam sudah menerima pemberitahuan surat dari Komdis PSSI bahwa Persid mendapatkan beberapa poin sanksi. Pertama ada denda administratif, lalu dua pertandingan sisa tanpa penonton,” ujar Ardi saat dikonfirmasi pada Rabu (21/1).
Ia juga mengaku menyayangkan insiden yang memicu sanksi ini. Menurutnya, kejadian tersebut berada di luar kendali dan pantauan manajemen. Meski merasa dirugikan secara moril maupun materiil, Persid menyatakan siap menerima keputusan tersebut sebagai bahan evaluasi besar.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Apapun yang kita lakukan pasti berdampak, baik atau buruk. Kejadian kemarin di luar kendali kami, tapi kami siap menerima sanksi ini,” imbuhnya.
Manajemen juga mengimbau kepada para pendukung agar lebih mawas diri dan bertindak dewasa di dalam stadion. Terlebih, profil penonton sepak bola saat ini sudah jauh lebih beragam, termasuk anak-anak dan perempuan.
“Suporter modern saat ini kan ramah anak-anak dan ibu-ibu. Keributan seperti kemarin mestinya tidak terjadi lagi. Jangan sampai mencoreng nama baik sebagai tuan rumah dan merugikan tim sendiri,” tegas Adi.
Meski harus bermain di stadion yang sepi, manajemen menjamin mentalitas para pemain tidak akan goyah. Adi menegaskan bahwa skuad Persid telah dibekali mental petarung untuk menghadapi situasi sesulit apapun.
“Anak-anak sudah kita siapkan mentalitas pejuang. Ini ujian buat mereka, apalagi hari ini kita wajib mengunci poin penuh melawan Mojokerto Putra untuk bisa lolos ke fase putaran nasional,” tegas Ardi.
Ia menambahkan bahwa telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan pihak sub-sektor suporter agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)








