KabarBaik.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di kawasan pusat kota yang diperkirakan terjadi sejak Jumat (12/12) hingga Sabtu (13/12). Rekayasa lalu lintas ini bersifat sementara dan akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Wijaya Saleh Putra mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan. Terutama di kawasan pusat kota yang memiliki tingkat aktivitas tinggi serta keterbatasan infrastruktur jalan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sepanjang Jalan Majapahit hingga simpang menuju Kelurahan Kidul Dalem. Kawasan tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk.
“Pasti kita siapkan. Rekayasanya sudah kami siapkan, khususnya pada tanggal 14 (besok Minggu). Sangat mungkin terjadi penutupan akses dari Jalan Majapahit yang mengarah belok kiri ke Jalan Arif Munandar atau menuju Kantor Kelurahan Kidul Dalem,” ujar Wijaya, Sabtu (13/12).
Menurutnya, penutupan akses tersebut bersifat kondisional dan hanya akan diberlakukan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Apabila penutupan dilakukan, Dishub telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas.
“Jika belok kiri ditutup, arus kendaraan dari Jalan Majapahit akan diarahkan untuk tetap lurus atau langsung belok kanan menuju kawasan Kayutangan. Skema ini kami siapkan untuk meminimalkan penumpukan kendaraan di simpang Kidul Dalem yang selama ini menjadi titik krusial,” jelasnya.
Wijaya menjelaskan, karakteristik jalan di pusat Kota Malang yang relatif sempit dan padat aktivitas menjadi tantangan tersendiri dalam pengaturan lalu lintas. Karena itu, rekayasa lalu lintas dinilai sebagai langkah strategis untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.
“Memang secara infrastruktur jalan kita terbatas. Maka pengaturan lalu lintas harus dilakukan secara fleksibel dan cepat, mengikuti kondisi di lapangan. Petugas akan kami siagakan di titik-titik rawan untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak,” ungkap Wijaya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut demi kelancaran dan keselamatan bersama. “Kami mohon kerja sama masyarakat. Rekayasa ini semata-mata untuk menjaga kelancaran dan keselamatan bersama. Jika ada pengalihan, harap diikuti agar tidak menimbulkan kemacetan baru,” pungkasnya.
Selain pengalihan arus, Dishub Kota Malang akan berkoordinasi dengan kepolisian serta pihak terkait lainnya guna mendukung kelancaran penerapan rekayasa lalu lintas. Pengaturan manual oleh petugas akan dilakukan jika diperlukan, terutama pada jam-jam sibuk. (*)







