Diskominfo Kota Malang dan PWI Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Siswa SRMP Tlogowaru

oleh -5 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 06 at 12.47.18
PWI Malang Raya saat memberikan materi kepada siswa SRMP Tologowaru. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang menggelar Pelatihan Komunikasi yang Baik dan Jurnalistik bagi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Tlogowaru, Jumat (6/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) serta Hari Jadi ke-80 PWI yang diperingati setiap 9 Februari. Pelatihan bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman dasar jurnalistik dan kemampuan menyampaikan informasi secara akurat di tengah derasnya arus konten digital.

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengatakan, pelatihan ini penting untuk menanamkan literasi media sejak dini agar siswa mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh hoaks. “Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan dasar-dasar jurnalistik agar mampu menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab,” ujar Cahyono.

Dalam materinya, Cahyono menjelaskan prinsip dasar penulisan berita menggunakan rumus 5W + 1H, yakni Who, What, When, Where, Why, dan How sebagai pondasi utama dalam menyusun berita yang lengkap dan sesuai kaidah jurnalistik. Ia juga memaparkan struktur penulisan berita menggunakan model piramida terbalik, di mana informasi terpenting ditempatkan di bagian awal berita.

“Informasi paling penting harus disampaikan sejak judul dan paragraf pertama agar pembaca dapat memahami inti berita dengan cepat,” jelas jurnalis Harian Bhirawa tersebut.

Selain itu, Cahyono mengingatkan pentingnya kesesuaian antara judul dan isi berita untuk menghindari praktik clickbait. Ia menegaskan bahwa penulisan berita harus berpedoman pada KBBI, Kode Etik Jurnalistik, serta Undang-Undang Pers.

Sementara itu, Kepala Sekolah Jurnalis Indonesia PWI Malang Raya sekaligus wartawan Malang Post, Sunavip Ra Indrata, menyampaikan materi tentang komunikasi di era milenial dengan pendekatan gaya Gen Z. Menurutnya, generasi muda saat ini lebih menyukai konten visual yang singkat dan interaktif, seperti yang banyak dijumpai di media sosial.

“Meski bentuk komunikasinya berubah, etika tetap harus dijaga agar informasi yang disampaikan bermanfaat dan tidak menyesatkan,” ungkap Sunavip. Ia juga mencontohkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana jurnalisme warga, sekaligus mengingatkan risiko yang menyertai seperti cyberbullying dan misinformasi.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para siswa antusias bertanya seputar tantangan dunia jurnalistik di era digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda di Kota Malang yang tertarik dan mampu berkontribusi positif dalam dunia jurnalistik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.