Disnak Jombang Percepat Vaksinasi PMK, 18 Ribu Dosis Digelontorkan ke Semua Kecamatan

oleh -3 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 04 at 2.04.43 PM
Tim vaksinator dinas peternakan ketika menyuntikan vaksin ke ternak sapi (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Dinas Peternakan (Disnak) Jombang mempercepat langkah pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali terdeteksi di sejumlah wilayah. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menggencarkan vaksinasi massal terhadap ternak.

Upaya ini dilakukan seiring diterimanya 18.000 dosis vaksin PMK tahap pertama dari pemerintah pusat. Vaksinasi mulai dilaksanakan sejak Senin (2/2) dengan melibatkan 13 tim vaksinator yang diterjunkan ke seluruh kecamatan di Jombang.

Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh, menegaskan vaksinasi menjadi langkah krusial untuk memutus mata rantai penularan PMK di tengah meningkatnya risiko wabah, terutama pada musim hujan.

“Alokasi vaksin PMK tahap pertama dari APBN untuk Kabupaten Jombang sebanyak 18.000 dosis. Vaksin ini langsung kami aplikasikan secara serentak pada ternak sapi, kambing, dan domba di seluruh wilayah Jombang,” kata Saleh saat dikonfirmasi, Rabu (4/2).

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan secara bertahap sepanjang Februari 2026 dan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat.

“Kami tekankan, pada musim hujan seperti sekarang ternak sangat rentan terserang PMK. Karena itu, kami berharap seluruh peternak di Jombang memanfaatkan program vaksinasi ini, terutama bagi ternak sapi,” ujarnya.

Disnak Jombang juga mengimbau para peternak untuk aktif mendukung program vaksinasi dengan memastikan seluruh ternaknya mendapatkan vaksin. Sejumlah lokasi prioritas vaksinasi antara lain Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung.

Saleh menjelaskan munculnya kembali kasus PMK di Jombang dan sejumlah daerah di Jawa Timur dipicu oleh beberapa faktor.

Salah satunya kondisi cuaca ekstrem pada musim penghujan yang menyebabkan lingkungan menjadi lembap, sehingga virus PMK lebih mudah berkembang.

Selain itu, masih adanya populasi ternak rentan, terutama pedet atau anak sapi yang belum divaksin, turut memperbesar risiko penularan.

Faktor lain adalah lalu lintas ternak dari luar daerah yang tidak disertai kejelasan status kesehatan maupun riwayat vaksinasi.

“Kami akan terus melakukan pengawasan lalu lintas ternak serta mengintensifkan edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK secara berkelanjutan,” tegasnya.

Hingga pertengahan Januari 2026, Disnak Jombang mencatat puluhan kasus PMK pada ternak berkuku belah. Berdasarkan data per Kamis (15/1/2026), sebanyak 32 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK.

Sebaran kasus tersebut meliputi 10 kecamatan. Kecamatan Jogoroto menjadi wilayah dengan kasus terbanyak yakni 15 ekor. Disusul Kecamatan Jombang dan Perak masing-masing tiga kasus.

Sementara Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, dan Sumobito masing-masing mencatat dua kasus. Adapun Kecamatan Kudu, Mojowarno, dan Peterongan masing-masing satu kasus. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.