Kabarbaik.co, Nganjuk – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk menggelar Forum Perangkat Daerah untuk menyusun rancangan program kerja tahun 2027, dengan tekad menjadikan setiap langkah pembangunan bukan hanya sekadar dokumen, tapi nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan bertema ‘Akselerasi Transformasi Pembangunan Daerah melalui Peningkatan Pelayanan Dasar dan Penguatan Sektor Strategis’ yang digelar di Aula Disnaker Sabtu (7/2) dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Anggota Komisi IV DPRD Nganjuk, Kepala Disnaker Itsna Shofiani, dan perwakilan Bappeda.
“Transformasi tidak bisa datang dengan sendirinya. Kita butuh sinergi yang kuat antar lembaga, antar sektor, hingga ke akar rumput masyarakat,” tegas Itsna Shofiani.
Menurutnya, kesenjangan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan pasar kerja menjadi tantangan utama yang akan jadi fokus utama perencanaan tahun depan.
“Kita fokus pada kesenjangan para pencari kerja terhadap kebutuhan industri, bagaimana seharusnya menjawab kebutuhan industri di Nganjuk ini. Jangan sampai industri membutuhkan, namun tenaga kerja malah justru dari luar daerah,” jelasnya
Anggota Komisi IV DPRD Zaenal Anwar menegaskan pentingnya mengutamakan dampak program bagi rakyat.
“Kita tidak hanya melihat angka anggaran. Yang paling penting adalah apakah program tersebut benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada di tingkat dasar,” ujarnya.
Zaenal juga menekankan bahwa dalam keterbatasan anggaran, setiap program harus memiliki prioritas yang jelas.
“Kita harus pintar memilih mana yang paling mendesak dan memberikan dampak paling luas. Tidak cukup hanya membuat program yang bagus di kertas,” tambahnya.
Melalui forum ini, berbagai masukan terkumpul untuk menyempurnakan rancangan program. Semua pihak sepakat bahwa pembangunan daerah harus selalu berpusat pada kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mendengar suara masyarakat,” tutup Itsna Shofiani. (*)






