KabarBaik.co – Ratusan driver ojek online (ojol) di Kabupaten Pasuruan menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya rekan mereka, Affan Kurniawan, pada Jumat (29/8) malam. Aksi damai yang berlangsung di depan Mapolres Pasuruan itu diikuti sekitar 200 orang anggota yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Kabupaten Pasuruan.
Aksi yang dimulai pukul 18.00 WIB itu diawali dengan berkumpulnya massa di Alun-alun Bangil sebelum bergerak menuju Mapolres Pasuruan. Konvoi yang terdiri kurang lebih 150 sepeda motor, 2 mobil, dan 1 unit mobil komando itu tiba sekitar pukul 19.09 WIB dengan pengawalan Satlantas.
Sesampainya di depan Mapolres, kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan orasi Ketua Asosiasi Driver Online, Harsoyo Utomo. Dia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus doa bersama bagi almarhum. Harsoyo juga menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk kecaman terhadap tindakan yang dianggap brutal oleh aparat serta desakan agar Polri segera berbenah.
“Aksi ini dilakukan sebagai bentuk duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver online yang dikenal berdedikasi tinggi. Selain itu, aksi juga menjadi wadah penyampaian aspirasi para driver agar insiden serupa tidak terulang serta adanya perbaikan baik dari pihak aplikator maupun aparat penegak hukum,” kata Harsono.
Selain perwakilan komunitas driver online, aksi tersebut juga dihadiri Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, yang secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa Affan. “Saya atas nama pribadi dan institusi Polri memohon maaf. Kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali. Kita doakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujar Kapolres.
Turut hadir pula tokoh agama Gus Romy Syib dari Ponpes Darut Tauhid Bangil yang memimpin salat gaib untuk almarhum, serta anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Komisi I dari Fraksi Gerindra, Febri, yang menyatakan dukungannya terhadap aksi damai para driver online. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama, pembentangan banner bergambar almarhum, hingga penyalaan lilin sebagai tanda duka.
Massa juga sempat menyuarakan aspirasi terkait kebijakan aplikator dan regulasi pemerintah yang dinilai memberatkan, sekaligus menyerukan agar aparat yang terlibat dalam kasus ini mendapat hukuman sesuai hukum yang berlaku. “Selamat jalan kawan, loyalitas dan pengabdianmu akan menjadi teladan bagi kami semua,” demikian salah satu orasi yang menggema di hadapan peserta aksi.
Aksi solidaritas yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu berakhir pada pukul 20.05 WIB. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib setelah berjabat tangan dengan Kapolres Pasuruan sebagai simbol komitmen menjaga kedamaian. (*)