KabarBaik.co, Sidoarjo – Upaya menekan pencemaran sungai di Sidoarjo kini tidak lagi berjalan sendiri. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo menggandeng komunitas lingkungan Sungai Watch dalam kolaborasi strategis untuk menghentikan laju sampah plastik sebelum berakhir di laut.
Hasilnya, sepanjang tahun 2025, sinergi kedua pihak ini berhasil menangani 2.015 ton sampah sungai. Sampah tersebut diangkat melalui pembersihan rutin dan sistem jaring penangkap yang dipasang di titik-titik rawan aliran sungai.
Sebagai bentuk kerja lapangan bersama, 23 jaring sampah kini terpasang di empat kecamatan, yakni Gedangan, Waru, Sedati, dan Taman. Jaring tersebut berfungsi menahan sampah plastik agar tidak terbawa arus hingga ke muara.
Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono menyampaikan kolaborasi dengan Sungai Watch yang aktif berjalan sejak awal 2025 memberikan dampak nyata dalam pengendalian sampah sungai.
“Melalui kerja sama ini, sepanjang 2025 kami berhasil mengangkut sekitar 2.015 ton sampah sungai ke TPA Jabon. Ini capaian yang sulit dilakukan tanpa dukungan komunitas,” ungkapnya, Sabtu (31/1).
Arif menambahkan pola kolaboratif ini tidak berhenti pada pengangkutan sampah. DLHK dan Sungai Watch juga melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang, sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan residu dapat ditekan.
“Kami ingin perubahan perilaku masyarakat. Sungai harus berhenti dijadikan tempat pembuangan sampah,” tegasnya.
Dari sisi komunitas, Founder Sungai Watch Gary Bencheghib menjelaskan pihaknya mulai terlibat aktif di Sidoarjo sejak Desember 2024, dengan fokus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga sungai.
“Jaring apung berbahan pipa PVC kami pasang di sungai-sungai utama. Tim berjumlah 18 orang bekerja setiap hari agar sampah tidak lolos ke laut,” jelas Gary.
Dalam kurun 2025, Sungai Watch Sidoarjo mencatat telah mengumpulkan sekitar 250 ton sampah plastik yang kemudian disortir menjadi lebih dari 30 kategori sebelum diproses lebih lanjut.
Selain penanganan di hilir, kolaborasi ini juga menyasar pencegahan dari hulu. DLHK terus mendorong edukasi lingkungan di sekolah serta penguatan TPS3R di desa dan kelurahan sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
“Kami sedang menyiapkan kurikulum lingkungan untuk siswa SD dan SMP agar kesadaran menjaga sungai terbentuk sejak dini,” tambah Arif.
Ke depan, DLHK dan Sungai Watch berencana memperluas jangkauan kerja sama dengan memasang jaring di wilayah Wonoayu dan Krian, sekaligus menggelar aksi bersih sungai rutin bersama relawan.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana pun mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menilai sinergi pemerintah dan komunitas menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah plastik.
“Kalau pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar. Pemkab Sidoarjo siap mendukung agar kolaborasi seperti ini hadir di lebih banyak wilayah,” pungkasnya. (*)






