Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Warnai Tasyakuran Kantor Baru PWI NTB

oleh -201 Dilihat
309b879f f44c 4259 b863 c74811087c3d
Tasyakuran sekretariat baru PWI Provinsi NTB. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menempati sekretariat baru yang berlokasi di Jalan Mahoni, tepatnya di belakang Kantor Imigrasi Mataram. Peresmian penggunaan kantor tersebut ditandai dengan acara tasyakuran dan santunan anak yatum, Jumat pagi (19/12).

Acara yang dihadiri oleh jajaran Dewan Kehormatan Daerah (DKD) dan seluruh pengurus PWI NTB ini diawali dengan pembukaan, pembacaan Yasin, zikir, serta doa bersama. Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa yang tinggal di lingkungan sekitar sekretariat.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan kantor ini merupakan wujud syukur atas terealisasinya mimpi panjang organisasi. Ia menyebut sekretariat ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pergerakan bagi seluruh anggota.

“Acara ini adalah wujud rasa syukur kita. Akhirnya PWI NTB memiliki sekretariat yang selama ini diidam-idamkan. Ini adalah rumah besar bersama bagi kita semua,” ujar Ikliludin.

General Manager Harian Radar Lombok itu juga mengapresiasi kerja keras rekan-rekan pengurus yang telah bahu-membahu mewujudkan fasilitas tersebut. Meski pembangunan masih terus berjalan, ia optimistis pengerjaan akan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.

“Pembangunan masih berjalan, insya Allah akhir Desember bisa rampung. Semoga ini menjadi bekal kita untuk membawa PWI ke depan menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI NTB H. Abdus Syukur menyambut positif kehadiran kantor baru tersebut. Menurutnya, langkah ini sangat strategis dalam memperkuat kelembagaan serta profesionalisme wartawan di NTB.

“Kantor baru ini hendaknya menjadi rumah besar wartawan NTB untuk menjaga marwah profesi, menegakkan kode etik jurnalistik, dan memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi,” tegas Abdus Syukur.

DKD mengingatkan bahwa di tengah tantangan disrupsi digital dan banjir informasi, PWI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anggotanya bekerja sesuai kaidah etik. Ia berharap kantor tersebut tidak hanya ramai oleh kegiatan seremonial, tetapi menjadi pusat pembinaan dan advokasi.

“Kami berharap kantor PWI NTB aktif menjadi pusat pembinaan, advokasi wartawan, serta penyelesaian persoalan etik secara bermartabat,” tutupnya.

Hadirnya fasilitas yang lebih representatif ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh pengurus dan anggota PWI NTB untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang transparan serta berkeadilan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.