Domba Awassi Berbobot 1,4 Kuintal Bikin Heboh Kontes Kado Gemilang Gresik, Dijual Rp 75 Juta

oleh -175 Dilihat
35813296 2891 49e3 bcad b63453785ab6
Zuhri, peternak asal Ujungpangkah pengembang genetik domba impor. (Foto; Muhammad Wildan Zaky)

KabarBaik.co – Seekor domba Awassi milik Zuhri, peternak asal Ujungpangkah, mencuri perhatian pada ajang Kontes Lokal Kambing Domba Kado Gemilang 2025 di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik, Minggu (31/8). Domba berusia tiga tahun dengan bobot lebih dari satu kuintal itu dipatok harga fantastis, yakni Rp 75 juta.

Tak hanya satu, Zuhri membawa tiga ekor domba Awassi dengan ukuran ekstrem. Mulai dari usia tujuh bulan berbobot 80 kilogram, satu tahun berbobot satu kuintal, hingga domba tertua tiga tahun berbobot 1 kuintal lebih 40 kilogram.

“Yang saya bawa ini jenisnya domba Awassi. Ini domba multifungsi, bisa dimanfaatkan daging sekaligus susunya. Saya yakin ke depan sangat berpotensi meramaikan dunia peternakan,” ujar Zuhri.

Domba Awassi sendiri diketahui berasal dari kawasan Asia Barat Daya, tepatnya dari Gurun Suriah. Meski berpostur besar, menurut Zuhri, perawatannya sama dengan domba lokal pada umumnya. “Tidak ada perawatan khusus, cuma ditambahkan gizi dan konsentrat,” jelasnya.

Kunci utama menghasilkan domba raksasa, kata Zuhri, ada pada faktor genetik. “Ini memang genetik impor dan unggul. Makannya lebih banyak, otomatis pertumbuhannya lebih cepat. Sekarang saya juga kembangkan dengan mengawinkan fullblood sama lokal. Hasilnya luar biasa,” terangnya.

Zuhri mengaku mulai menekuni dunia genetik domba impor sejak dua tahun terakhir. Sebelumnya ia beternak domba Peranakan Etawa (PE). Latar belakangnya pun unik, sebab ia dulu seorang petani tambak sebelum akhirnya menekuni ternak kambing dan kini bisa impor genetik unggul.

Menurutnya, tren beternak domba saat ini berbeda dengan dulu. Jika dulu harus ngarit setiap hari, kini peternak milenial bisa memanfaatkan metode silase atau fermentasi pakan sehingga lebih praktis. “Rumput bisa diambil sekali banyak, disimpan, bisa tahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Jadi cocok buat sampingan, misalnya orang kerja kantoran tapi tetap bisa pelihara domba,” ujarnya.

Selain soal pakan, penjualannya pun lebih mudah. Jika dahulu harus ke pasar, kini cukup lewat media sosial. “Saya juga jual online, tinggal posting, pembeli bisa datang ke kandang atau minta dikirim. Simpel,” tambahnya.

Dengan strategi itu, Zuhri optimistis domba impor seperti Awassi akan menjadi peluang besar bagi peternakan modern di Gresik.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.