KabarBaik.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember menyoroti kondisi Bandara Notohadinegoro, yang kembali aktif melayani rute Jakarta, Jember, PP, dan Jember-Bali.
Meskipun menyambut baik operasional bandara, DPRD menekankan perlunya perbaikan infrastruktur yang serius, bahkan mendorong penambahan anggaran untuk pembenahan.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo pada Rabu (10/12). Ia mengatakan, dalam pembahasan dengan Komisi C DPRD beberapa waktu lalu bahwa anggaran Rp1,4 miliar yang sudah dialokasikan pada APBD 2025 dinilai jauh dari harapan untuk memenuhi standar kualitas pelayanan.
“Kami sangat mengapresiasi bahwa bandara mulai aktivasi kembali. Tapi, perbaikan dan pembenahan di infrastruktur di sekitar bandara masih jauh dari harapan untuk memenuhi kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya bagi penumpang yang ada di bandara itu” ujar legislator yang akrab disapa Ipung itu.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, lanjut Ipung, DPRD melalui Komisi C melakukan pergeseran anggaran untuk menambah alokasi dana sekitar Rp4 miliar khusus untuk perbaikan infrastruktur.
“Beberapa prioritas perbaikan yang harus segera dilaksanakan itu peningkatan kualitas ruang tunggu penumpang. Perbaikan toilet yang saat ini dinilai sangat kurang memenuhi syarat,” ungkapnya.
“Selain itu perbaikan marka di area bandara, perbaikan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar). Tentunya penerangan jalan menuju Bandara juga harus di perhatikan,” imbuh Ipung.
DPRD berharap, dengan penambahan anggaran ini pelayanan di Bandara Notohadinegoro dapat memenuhi harapan masyarakat Jember.
Selain fasilitas, isu perluasan runway (landasan pacu) juga menjadi bahasan. Perluasan runway diperlukan agar bandara mampu menampung pesawat berbadan lebih besar, seperti jenis Boeing, yang membutuhkan struktur landasan yang berbeda.
“Karena anggaran yang besar dan status aset bandara yang bukan milik pemerintah daerah, kami mendorong Bupati untuk aktif menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat, kemungkinan melalui Angkasa Pura, terkait perluasan dan status aset. Bandara ini menjadi potret Jember, karena di situ keluar masuknya orang luar,” tegasnya.
DPRD Jember menekankan semangat yang sama dengan pemerintah daerah untuk menjadikan Bandara Notohadinegoro minimal mampu menyaingi Bandara Banyuwangi. Mereka berharap pengerjaan dan pembangunan perbaikan dapat segera dilaksanakan di awal tahun, yaitu kuartal pertama. (*)







