Driver Ojol Masuk Terminal Patria Blitar Dianiaya Ojek Konvensional, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

oleh -359 Dilihat
WhatsApp Image 2025 10 03 at 11.57.50
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Rudi Kuswoyo. (Foto: Calvin Budi Tandoyo)

KabarBaik.co – Polres Blitar Kota menetapkan seorang ojek konvensional sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Terminal Patria, Kota Blitar. Kasus ini bermula dari laporan korban yang masuk ke Polsek Sananwetan, Rabu (1/10).

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Rudi Kuswoyo, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Korban yang bekerja sebagai driver ojol melaporkan dirinya dianiaya di Terminal Patria. Dari laporan itu kami melakukan backup terhadap Polsek Sananwetan dan mengambil langkah penyidikan. Beberapa saksi juga sudah kami mintai keterangan,” ujar Kasat Reskrim saat di Konfirmasi, Jumat (3/10).

Rudi menyampaikan kejadian bermula ketika korban mendapat orderan untuk menjemput pelanggan di Terminal Patria. Karena saat itu hujan, korban masuk ke area terminal untuk mengantarkan jas hujan.

“Hal ini menimbulkan salah paham. Korban dianggap melanggar kesepakatan bahwa ojol tidak boleh masuk ke dalam terminal,” terangnya.

Kesalahpahaman itu berujung penganiayaan yang di lakukan oleh oknum ojek pangkalan (opang) tersebut

“Korban dibawa ke pos ojek konvensional dan dipukul lebih dari 10 kali dengan tangan kosong di bagian wajah, perut, dan punggung,” ungkap Rudi.

Berdasarkan keterangan saksi, korban, serta rekaman CCTV, pemukulan dilakukan oleh satu orang.

“Jadi bukan pengeroyokan. Tadi malam pelaku sudah kami amankan, dan setelah gelar perkara hari ini statusnya kami tetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.

Pelaku berinisial BW, 58, warga Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Sementara korban berinisial HR 41 warga Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

“Korban ini sebenarnya hanya ingin memberikan pelayanan kepada customernya. Karena hujan, ia masuk ke area terminal untuk mengantarkan jas hujan, dan di situlah terjadi salah paham dengan kelompok ojek konvensional,” tutup Rudi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.