Dua Pekan, Polda Jatim Belum Temukan Jawaban atas Tragedi Berdarah di Situbondo

oleh -259 Dilihat
UMI RAHMANIA
Korban Umi Rahmania (Foto IST)

KabarBaik.co- Sebuah tragedi mengguncang publik Jawa Timur akhir tahun lalu. Tepatnya, pada 28 Desember 2025. Kampung yang semula tenang, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, mendadak gempar. Tiga orang satu keluarga, ditemukan tewas. Kondisinya berdarah-darah. Dua pekan berlalu, misteri kematian mereka tak kunjung terpecahkan oleh Polda Jatim beserta jajaran. Padahal, biasanya kasus pembunuhan relatif cepat dapat terungkap.

Cerita bermula pada Minggu pagi, warga setempat itu tesentak kala menemukan tiga jenazah satu keluarga di sebuah rumah. Kondisinya membuat bulu kuduk merinding. Penuh luka darah. Ketiga korban adalah Muhammad Hasim, 58, istrinya Suningsih, 38, dan putri mereka, Umi Rahmania, 18.  Umi disebut alumnus sebuah pesantren. Wajahnya cukup rupawan. Dia juga dikabarkan masih duduk di bangku kuliah di Jember. Namun, tak berumur panjang.

Ketiga jenazah mereka ditemukan meninggal dunia di posisi berbeda di dalam rumah, tanpa ada saksi mata yang benar‑benar melihat kejadian saat berlangsung.

Hasim tergeletak di area antara kamar mandi dan dapur. Adapun Suningsih dan Umi ditemukan di kamar tidur keluarga. Peristiwa ini kali pertama terungkap ketika Abdul, 60, ayah kandung Suningsih, datang untuk mengantarkan tempe pesanan pada pagi itu. Karena tidak ada respons saat ia mengetuk pintu depan, Abdul kemudian masuk melalui pintu samping yang tidak terkunci.

Abdul lantas menemukan pemandangan yang menggetarkan. Darah berceceran dan ketiga jenazah yang tak lagi bernyawa menyambutnya di dalam rumah sederhana itu. Setelah mendapatkan laporan, polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan memulai penyelidikan intensif.

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat menemukan sebilah pisau dan lima unit telepon seluler yang kini sedang dianalisis oleh tim forensik. Polisi juga mencatat bahwa rekaman CCTV di sekitar lokasi dalam kondisi tidak aktif. Dengan demikian mata elektronik yang mungkin bisa menguak kronologi kejadian, tidak tersedia untuk sementara.

Sejak awal, polisi menduga ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian tersebut. Namun, siapa pelaku dana apa motif di balik peristiwa sadis itu, belum bisa dipastikan secara hukum. Sudah belasan saksi diminta keterangan. Baik dari keluarga dekat, tetangga, serta mereka yang terakhir berinteraksi dengan korban sebelum tragedi terjadi.

Namun, kabarnya pemeriksaan tak selancar yang diharapkan. Beberapa saksi disebut enggan memberikan keterangan secara lengkap. Kendala yang menurut polisi mempersulit upaya penyelidikan lebih jauh. Dari sisi medis, hasil autopsi awal menunjukkan bahwa ketiga korban tewas akibat kehilangan banyak darah dan mengalami kegagalan pernapasan, yang diduga berasal dari luka akibat benda tajam di leher.

Namun, polisi masih menunggu hasil lengkap dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Inafis, karena detail lebih jauh seperti sidik jari, DNA, dan faktor lain dapat menjadi petunjuk penting dalam memetakan bagaimana kejadian sebenarnya berlangsung.

Tragedi di Situbondo itupun sempat memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Beredar pula informasi tidak resmi tentang kemungkinan adanya konflik internal keluarga. Namun, pihak kepolisian sampai saat ini masih belum juga mengonfirmasi atau mengambil kesimpulan apa pun tanpa didukung oleh bukti kuat.

Memang, pemeriksaan mesti berhati‑hati. Pemeriksaan ilmiah menjadi landasan polisi agar setiap fakta yang diungkap dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Yang jelas, warga Demung dan sekitarnya masih bergulat dengan duka cita. Publik pun masih tersaput mendung ketidakpastian. Apa yang sebetulnya terjadi di rumah keluarga itu pada dini hari yang sunyi itu?.Hingga kini, rumah yang menjadi saksi bisu tragedi itu tidak lagi sekadar bangunan. Tapi, juga pusat misteri yang masih terus digali. Lantas, menunggu sampai kapan? (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.