KabarBaik.co, Surabaya, – Aroma kemenangan besar 3-0 atas PSIM Yogyakarta belum menguap. Namun, publik kini mulai menerka ruang taktik Bernardo Tavares. Menghadapi duel lawan Dewa United di kandang Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2), pelatih Persebaya itu tentu dihadapkan pada pilihan pelik starting XI. Line up itu sangat penting karena akan menentukan watak tim.
Satu di antara yang jadi perbincangan adalah mempertahankan Toni Firmansyah, sang penjaga disiplin di lini tengah, atau memberi kursi kepada Rachmat Irianto, sang pendobrak penuh energi yang baru saja mencetak gol spektakuler?
Keputusan tersebut jauh lebih dari sekadar rotasi pemain biasa. Di hadapan ribuan Bonek mania yang terus mendamba kemenangan, pilihan Tavares akan menjadi pernyataan sikap. Apakah Persebaya akan bermain aman dengan fondasi yang solid, atau berani mengambil risiko untuk sebuah kemenangan yang gemilang?
Kilas Balik: Dua Peran Berbeda dalam Satu Kemenangan
Untuk memahami dilema tersebut, perlu menoleh kembali peran keduanya dalam kemenangan tandang atas PSIM pekan lalu. Saat itu, Tavares menempatkan Toni Firmansyah sebagai starter. Sebagai gelandang bertahan di samping Milos Raičković, Firmansyah menjadi penyaring yang andal. Dia menjaga disiplin posisi, memotong aliran bola, dan memastikan lini belakang tak mendapat gangguan langsung. Permainannya efektif, stabil, dan menjadi salah satu pilar yang membuat Persebaya relatif mengendalikan permainan.
Namun, dinamika pertandingan berubah saat Rachmat Irianto memasuki lapangan menggantikan Firmansyah di menit ke-60. Dengan skor masih 1-0, Irianto langsung menyuntikkan adrenalin ke dalam permainan. Daya jelajahnya yang besar, lari-larinya yang tak kenal lelah dari kotak ke kotak, langsung merepotkan pertahanan PSIM.
Putra Bejo Sugiantoro itu bukan hanya membantu bertahan, tetapi kehadirannya di area depan menjadi sebuah ancaman baru. Puncaknya, pada menit ke-84, Rian—panggilannya—melakukan sebuah solo run dari wilayahnya sendiri, melibas beberapa pemain lawan, sebelum akhirnya melepaskan tembakan yang menggetarkan gawang PSIM. Gol itu mengunci kemenangan 3-0 dan mengukuhkan dirinya sebagai pemain pengganti yang mengubah segalanya.
Analisis Konteks: Menghadapi Dewa United di Kandang
Nah, lawan berikutnya, Dewa United, menghadirkan teka-teki yang sama sekali berbeda. Sebagai tim tamu di GBT, besar kemungkinan mereka akan menerapkan strategi bertahan rendah (low block), membentuk benteng pertahanan, dan mengandalkan serangan balik kilat yang mematikan melalui duet Alexis Messidoro dan Alex Martins.
Di sinilah pilihan Tavares menjadi sangat krusial. Jika pelatih asal Portugal itu memilih Firmansyah, maka mendapatkan stabilitas. Firmansyah akan menjadi penjaga yang setia di depan duo bek tengah, siap meredam serangan balik pertama lawan. Namun, pertanyaannya, apakah stabilitas saja cukup untuk membongkar pertahanan padat Dewa United? Persebaya akan memegang kendali bola, tetapi bisa kekurangan dinamika dan elemen kejutan di lini tengah untuk membuka celah.
Sebaliknya, memilih Rian sebagai starter adalah sebuah pernyataan ofensif. Kemampuannya untuk mendorong permainan ke depan, melakukan lari tanpa bola yang cerdik, dan muncul tiba-tiba di kotak penalti lawan bisa menjadi kunci pembuka kebuntuan. Daya jelajahnya juga akan menjadi senjata untuk membayangi dan menekan Alexis Messidoro, mengurangi waktu dan ruang bagi playmaker berbahaya Dewa United itu. Namun, pilihan ini membawa sedikit risiko. Rian yang lebih ofensif bisa meninggalkan celah di belakangnya yang dapat dieksploitasi dalam serangan balik.
Prediksi Susunan Pemain dan Strategi
Mempertimbangkan momentum, tuntutan laga kandang, dan karakter lawan, besar kemungkinan Tavares akan melakukan penyesuaian. Selain pilihan di lini tengah, diperkirakan akan ada satu perubahan lain di lini belakang.
Diperkirakan Persebaya akan turun dengan formasi 4-2-3-1. Ernando Ari di bawah mistar; Arief Catur Pamungkas, Gustavo Fernandes, Risto Mitrevski, dan Jefferson da Silva membentuk lini pertahanan. Lini tengah akan dijaga oleh duet Milos Raičković dan Rachmat Irianto. Di depan mereka, trio Bruno Moreira (kapten), Francisco Rivera, dan Paulo Gali akan mendukung striker tunggal Malik Risaldi.
Masuknya Gustavo Fernandes untuk menggantikan Leo Lelis adalah antisipasi terhadap ancaman udara Alex Martins. Sedangkan pilihan Rachmat Irianto di atas Toni Firmansyah adalah sinyal bahwa Tavares memilih untuk mengambil inisiatif dan mendikte permainan sejak menit pertama. Dia membutuhkan energi, kreativitas, dan ancaman skoring tambahan dari lini kedua untuk memecah pertahanan Dewa United.
Kemudian, Bruno Paraíba, sang pencetak gol kedua melawan PSIM, akan menjadi senjata rahasia yang disiapkan di bangku cadangan, siap diterjunkan jika skor masih belum bergeming.
Pada akhirnya, pilihan antara Firmansyah dan Rian adalah pilihan antara dua filosofi yang sama-sama valid. Memilih Firmansyah berarti bermain aman, percaya pada stabilitas dan menunggu momen. Memilih Rian berarti berani mengejar kemenangan cepat, mengambil risiko untuk menciptakan peluang, dan mempercayai bahwa serangan adalah pertahanan terbaik, terutama di depan pendukung sendiri.
Di GBT yang akan penuh dengan teriakan dukungan, hasrat untuk melihat timnya beringas menyerang akan sangat besar. Keputusan Bernardo Tavares nanti tidak hanya akan menentukan starting line up, tetapi juga mengirimkan pesan tentang ambisi dan mentalitas Persebaya di pertandingan kandang yang penting ini. Apakah akan memilih keamanan, atau keberanian? Jawabannya akan terungkap ketika lembaran team sheet dibagikan pada Minggu sore nanti. (*)






