KabarBaik.co, Jakarta- Langkah tim putri Indonesia di Uber Cup harus terhenti di semifinal. Takluk 1-3 dari Korea Selatan di Forum Horsens, Sabtu (2/5), Srikandi Merah Putih harus puas membawa pulang medali perunggu. Turun satu tingkat setelah pada edisi sebelumnya meraih perak.
Kekalahan tersebut memang terasa kontras dengan capaian Uber Cup 2024 saat Indonesia sukses melaju hingga final dan menghadapi China. Kali ini, langkah mereka terhenti lebih awal, meski perjuangan keras tetap ditunjukkan di setiap partai.
Di partai pembuka, Putri Kusuma Wardani (KW) memberikan perlawanan sengit kepada tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young. Di mengaku sempat puas dengan penampilannya di awal laga. “Saya cukup puas di gim pertama karena bisa mengimbangi permainan An Se Young yang memainkan ritme dengan sangat baik. Dia tidak terlalu menyerang banget, hanya bola atasnya yang lebih menekan. Cukup disayangkan di akhir saya kurang tahan,” ujar Putri dilansir dari laman resmi PBSI.
Namun perubahan tempo dari lawan di gim kedua membuatnya kesulitan berkembang. “Di gim kedua dia ada perubahan kecepatan dan saya malah banyak mati sendiri. An Se-young juga sudah membaca pola permainan saya bahkan sejak bola pertama,” lanjut pemain yang berprofesi sebagai Polwan itu.
Baca Juga: Mendung Bulu Tangkis Indonesia di Era Fadil Imran dan Taufik Hidayat
Di sektor ganda, pasangan Amallia Cahaya Pratiwi / Febriana Dwipuji Kusuma mengaku sudah berusaha maksimal, meski hasil belum sesuai harapan. “Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik, walaupun hasilnya belum sesuai yang diinginkan. Tapi kami tadi sudah mencoba yang terbaik,” kata Amallia.
Febriana menambahkan bahwa reli panjang menjadi tantangan utama. “Memang tadi pertandingan cukup ramai dan lama, banyak rally. Pola yang diterapkan sebenarnya sudah benar, tapi ada beberapa poin kami kehilangan fokus,” ujarnya. Ia juga menyoroti perubahan ritme lawan di akhir laga yang membuat mereka tertekan.
Satu-satunya kemenangan Indonesia datang dari Thalita Ramadhani Wiryawan yang tampil lepas saat tim tertinggal 0-2. “Meskipun tim sudah ketinggalan 2-0, saya mau coba main saja, mengeluarkan semua yang saya punya. Pelatih juga bilang untuk lepas saja, nothing to lose. Alhamdulillah bisa menang,” ucap Thalita.
Pemain muda asal Surabaya itu mengakui sempat gugup, namun berusaha mengendalikan diri. “Saya coba atur napas, menyemangati diri sendiri, dan terus bermain menyerang sejak awal,” tambah remaja yang disebut-sebut sebagai the next Susi Susanti itu.
Baca Juga: Thalita Arek Suroboyo, Berpotensi Jadi The Next Susi Susanti
Sementara itu, pasangan Rachel Allessya Rose / Febi Setianingrum harus mengakui keunggulan lawan yang lebih berpengalaman. “Sedih tidak bisa menjadi penentu hari ini, tidak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia,” kata Rachel. Ia mengakui mereka terus berada dalam tekanan dan kerap terpancing pola permainan lawan.
“Kami mohon maaf untuk tim dan masyarakat Indonesia karena tidak bisa menyumbang poin. Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan,” lanjutnya.
Febi juga menyoroti kualitas serangan lawan. “Serangan mereka menyulitkan kami. Dropshot-nya tajam dan tipis,” ujarnya singkat.
Hasil ini memastikan Indonesia berbagi posisi ketiga dan membawa pulang perunggu, sesuai regulasi Uber Cup yang tidak menggelar laga perebutan tempat ketiga. Meski gagal mengulang pencapaian final dua tahu lalu, perjuangan para pemain muda itu masih memberi harapan bahwa masa depan tim putri Indonesia tetap menjanjikan. (*)
Hasil Uber Cup – Semi Finals : Indonesia 1-3 Korea
- WS1: Putri Kusuma Wardani vs An Se Young 19-21, 5-21 (KALAH)
- WD1: Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi vs Baek Ha Na/Lee So Hee 16-21, 21-19, 15-21 (KALAH)
- WS2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Sim Yu Jin 21-19, 21-19 (MENANG)
- WD2: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong 16-21, 18-21 (KALAH)
- WS3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Kim Ga Ram (Tidak Dimainkan)







