KabarBaik.co, Jember – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus memperkuat budaya sadar keselamatan transportasi sejak dini. Melalui program “KAI Goes to School”, KAI memberikan edukasi kepada sekitar 1.000 siswa dan guru di SMA Negeri Kalisat.
Kegiatan ini merupakan langkah proaktif KAI Daop 9 untuk menekan angka kecelakaan di jalur kereta api (KA) sekaligus mengampanyekan etika bertransportasi. Materi utama yang disampaikan adalah larangan beraktivitas di sepanjang jalur KA, tata cara aman melintasi perlintasan sebidang san kampanye antipelecehan seksual di fasilitas publik.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan bahwa SMAN Kalisat dipilih karena lokasinya yang bersinggungan langsung dengan jalur rel aktif.
“Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jalur KA bukan tempat bermain atau berfoto. Melalui edukasi ini, kami berharap para siswa dapat menjadi ‘Duta Keselamatan’ bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Cahyo, Jumat (27/2).
Sementara itu, Plt. Kepala Sekolah SMAN Kalisat Dora Indriana, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, baik mengenai keselamatan KA sangat relevan mengingat mobilitas siswa yang tinggi di sekitar Stasiun Kalisat.
“Pengetahuan ini sangat berharga. Kami berharap kerja sama ini mampu membentuk karakter siswa yang disiplin dan peduli pada keselamatan diri serta orang lain di ruang publik,” ungkap Dora.
Selain aspek teknis keselamatan, lanjutnya, KAI Daop 9 memberikan pembekalan langkah hukum jika siswa melihat atau mengalami pelecehan di transportasi publik. KAI menjamin perlindungan korban dan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memproses hukum pelaku.
KAI juga memperkenalkan kemudahan layanan melalui aplikasi Access by KAI serta memaparkan profil profesi perkeretaapian untuk memotivasi siswa yang berminat berkarier di sektor transportasi. (*)






