KabarBaik.co, Jombang – Kelangkaan elpiji 3 kg dalam beberapa hari terakhir mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Jombang. Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
“Memang beberapa hari ini banyak keluhan yang disampaikan masyarakat tentang kelangkaan elpiji,” kata Anas, Senin (13/4). Menurutnya, kelangkaan diduga dipicu oleh distribusi yang tersendat di lapangan dan meningkatnya permintaan dari konsumen. Akibatnya pasokan di tingkat pengecer menjadi tidak stabil.
Anas menegaskan, DPRD Jombang akan mendorong perbaikan distribusi agar elpiji 3 kg kembali tersedia secara merata di seluruh wilayah. Pengawasan juga diminta diperketat untuk mencegah penimbunan dan penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Kami akan memastikan distribusi berjalan lancar dan merata, termasuk menindak penimbunan serta penjualan di atas HET,” ujarnya.
Selain itu, Anas menekankan pentingnya penyaluran elpiji subsidi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memperparah kelangkaan.
Kelangkaan elpiji 3 kg ini sebelumnya juga dikeluhkan pelaku UMKM. Salah satunya Nasihin (43), pedagang nasi pecel, yang mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak. Ia mengaku harus berkeliling ke sejumlah wilayah, seperti Peterongan dan Sumobito, namun tidak menemukan stok.
LPG baru didapatkannya setelah mencari hingga ke wilayah Mojoagung. “Sudah muter-muter ke beberapa tempat, banyak yang kosong. Akhirnya ketemu di Mojoagung,” ujar Nasihin.
Ia khawatir kondisi ini akan mengganggu usahanya jika terus berlanjut. Bahkan, ia mempertimbangkan untuk menghentikan sementara aktivitas berjualan. “Kalau terus langka, ya terpaksa libur jualan. Mau masak pakai apa kalau gasnya tidak ada,” ucapnya. (*)






