Ekonomi Jadi Biang Kerok, 2.026 Pasutri di Gresik Bercerai dalam Setahun

oleh -227 Dilihat
54FB94CB 7843 4ADA 8089 8053C366C645
Ilustrasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Masalah ekonomi masih menjadi faktor utama penyebab perceraian di wilayah Kabupaten Gresik. Hal ini terungkap dari data perkara perceraian yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Gresik sepanjang tahun 2025.

Setahun kemarin, PA Gresik resmi memutus 2.026 kasus perceraian. Mayoritas adalah cerai gugat, yakni istri menggugat cerai suami. Seperti diterangkan Panitera Muda Hukum PA Gresik Ikhlatul Laili kepada awak media.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025, jumlah cerai gugat tercatat mencapai 1.753 perkara, ditambah 151 sisa perkara tahun 2024. Dan, 1.870 perkara cerai gugat telah diputus.

Di sisi lain, cerai talak atau permohonan cerai yang diajukan oleh suami, PA Gresik menerima 523 perkara baru sepanjang 2025, ditambah 56 sisa perkara dari tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, 556 perkara cerai talak telah diputus hakim. “Faktor permasalahannya beragam, tetapi yang paling banyak adalah faktor ekonomi,” ujar Ikhlatul Laili, Kamis (1/12).

Laili merinci, 1.317 perkara disebabkan oleh faktor ekonomi. Disusul 521 perkara yang disebabkan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus.

Adapun faktor lain yang turut memicu perceraian antara lain judi sebanyak 81 perkara, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 57 perkara, serta penyalahgunaan narkoba atau madat sebanyak 19 perkara.

“Untuk faktor judi, tren yang muncul saat ini lebih banyak dipicu oleh judi online,” tuturnya.

Selain itu, terdapat pula penyebab lain seperti meninggalkan salah satu pihak, dihukum penjara, poligami, serta cacat badan. Selain perkara perceraian, sepanjang tahun 2025 PA Gresik juga menerima dua perkara pembatalan nikah.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.